Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gempa M 6,4 di Pacitan, Sejumlah Bangunan di Bantul Rusak-Warga Terluka

Sejumlah bangunan di Bantul rusak dan tujuh orang harus dilarikan ke rumah sakit imbas gempa M6,4 di selatan Pacitan.
Sejumlah bangunan di Bantul rusak dan tujuh orang harus dilarikan ke rumah sakit imbas gempa M6,4 di selatan Pacitan. (Dok. BPBD Bantul)
Intinya sih...
  • Gempa M6,4 berpusat di selatan Pacitan mengguncang Bantul Jumat (6/2/2026) dini hari, menyebabkan sejumlah bangunan rusak, termasuk rumah, tempat ibadah, gedung Samsat, dan fasilitas sekolah.
  • Jumlah korban luka meningkat menjadi belasan orang dan dirawat di beberapa rumah sakit di Bantul dan sekitarnya.
  • BPBD Bantul masih melakukan pendataan dan evaluasi, sementara warga mengaku trauma karena guncangan kuat mengingatkan gempa 2006.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

‎Bantul, IDN Times - Gempa bumi Magnitudo 6,4 yang berpusat di 89 kilometer Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengguncang wilayah Bantul pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB. Guncangan tersebut menyebabkan sejumlah bangunan di Bantul mengalami kerusakan, bahkan tujuh orang harus dilarikan ke rumah sakit.

Sekretaris Pelaksana BPBD Bantul, Ribut Bimo Haryo, mengatakan hingga pukul 03.45 WIB pihaknya mencatat empat bangunan mengalami kerusakan, terdiri dari tiga rumah dan satu tempat ibadah.

"Tiga bangunan rumah yang rusak berada di Kapanewon Imogiri, Jetis dan Pundong. Masing-masing satu bangunan rumah yang rusak. Sedangkan satu tempat ibadah yang rusak terjadi di Kapanewon Kasihan," ujarnya, Jumat (6/2/2026).

1. ‎ Enam warga yang terluka dilarikan ke rumah sakit

ilustrasi IGD Rumah Sakit (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi IGD Rumah Sakit (pexels.com/Pixabay)

Selain empat bangunan yang rusak, BPBD Bantul juga mencatat adanya korban luka akibat gempa tersebut. Total terdapat tujuh orang terluka, dengan enam di antaranya dilarikan ke rumah sakit. Rinciannya, tiga korban dibawa ke RS PKU Bantul dan tiga korban lainnya dirawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul, sementara satu korban menjalani perawatan secara pribadi.

"Jadi total ada enam korban yang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit," ungkapnya.

BPBD Bantul menggelar rapat pada pagi hari untuk melakukan evaluasi dan menentukan langkah selanjutnya yang akan ditempuh. Proses pendataan bangunan yang rusak maupun korban masih terus berlangsung, sehingga jumlah dampak akibat gempa bumi dini hari tadi masih dimungkinkan bertambah.

"Langkah selanjutnya untuk penanganan bencana gempa bumi akan kami informasikan lebih lanjut," ungkapnya.

2. ‎Update terbaru, korban luka capai belasan orang

Mobil operasional BPBD Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)
Mobil operasional BPBD Bantul (IDN Times/Daruwaskita)

Sementara itu, berdasarkan data per pukul 08.00 WIB, jumlah kerusakan bangunan dan korban luka akibat gempa terus bertambah. Bangunan yang sebelumnya tercatat rusak sebanyak empat unit, kini bertambah dengan adanya laporan kerusakan di gedung Samsat Bantul, perpustakaan salah satu sekolah dasar di Kapanewon Jetis, serta bangunan di Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong.

Selain kerusakan bangunan, jumlah warga yang terluka juga meningkat. Dari sebelumnya tujuh orang, kini korban luka tercatat sudah mencapai belasan orang dan harus dilarikan ke rumah sakit.

"Di RSUD Panembahan Senopati Bantul ada enam korban, RS Elisabet Ganjuran satu korban, RS Permata Husada satu korban, RS Saras Adyatma ada enam korban," ujarnya.

3. ‎ Warga trauma teringat gempa bumi 2006

Sejumlah bangunan di Bantul rusak dan tujuh orang harus dilarikan ke rumah sakit imbas gempa M6,4 di selatan Pacitan.
Sejumlah bangunan di Bantul rusak dan tujuh orang harus dilarikan ke rumah sakit imbas gempa M6,4 di selatan Pacitan. (Dok. BPBD Bantul)

Salah satu warga Kapanewon Bambanglipuro, Evi, mengaku kaget dengan gempa bumi yang terjadi dini hari tadi. Ia mengatakan getaran gempa terasa cukup kuat dan berlangsung tidak singkat, bahkan membuat pintu, jendela, hingga atap rumah berbunyi.

"Ya trauma seperti gempa 2006 sampai sulit untuk tidur. Apalagi sesaat setelah gempa terjadi lampu listrik mati," ujarnya.

*Artikel diperbarui pada Jumat (6/2/2026) pukul 09.15 WIB.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Gelar Simulasi, DIY Jadi Percontohan Embarkasi Haji Berbasis Hotel

06 Feb 2026, 16:38 WIBNews