Ekonomi DIY Triwulan IV 2025 Tumbuh 5,94 Persen

- Ekonomi DIY tumbuh 5,94 persen (yoy) pada Triwulan IV-2025, dengan PDRB harga berlaku Rp53,82 triliun dan kumulatif 2025 mencapai 5,49 persen.
- Pertumbuhan ditopang hampir seluruh lapangan usaha, terutama jasa lainnya, jasa kesehatan, dan konstruksi sebagai penyumbang terbesar.
- Dari sisi pengeluaran, PMTB dan konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama, dengan konsumsi rumah tangga mendominasi struktur ekonomi DIY.
Yogyakarta, IDN Times – Ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh sebesar 5,94 persen (yoy) pada Triwulan IV-2025. Pertumbuhan ekonomi secara tahunan didorong oleh kinerja positif hampir seluruh lapangan usaha.
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan perekonomian DIY pada triwulan IV-2025, yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, tercatat sebesar Rp53,82 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp33,84 triliun. Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94 persen (y-on-y) dibandingkan triwulan IV-2024.
“Sepanjang tahun 2025, ekonomi DIY mencatatkan pertumbuhan kumulatif sebesar 5,49 persen (c-to-c). Sementara itu, secara kuartalan (q-to-q), ekonomi DIY pada triwulan IV-2025 tumbuh sebesar 3,45 persen dibandingkan triwulan III-2025,” kata Endang, Kamis (5/2/2026).
1. Kinerja positif seluruh lapangan usaha

Pertumbuhan ekonomi secara tahunan (y-on-y) didorong oleh kinerja positif hampir seluruh lapangan usaha. Dari sisi produksi, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah jasa lainnya (9,70 persen), jasa kesehatan dan kegiatan sosial (9,62 persen), serta konstruksi (7,99 persen).
Lapangan usaha Konstruksi menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi sebesar 0,90 persen terhadap total pertumbuhan PDRB. Selain itu, industri pengolahan (5,82 persen), penyediaan akomodasi dan makan minum (7,15 persen), pertanian, kehutanan, dan perikanan (4,28 persen), serta informasi dan komunikasi (5,68 persen) turut menopang pertumbuhan ekonomi DIY.
2. Pertumbuhan juga didorong sisi pengeluaran

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2025 (y-on-y) terutama didorong oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 9,36 persen dan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 2,67 persen. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) tumbuh sebesar 4,89 persen, sementara ekspor dan impor masing-masing mengalami kontraksi sebesar 3,76 persen dan 4,23 persen.
Secara kuartalan (q-to-q), pertumbuhan ekonomi sebesar 3,45 persen tercermin dari peningkatan nilai PDRB atas dasar harga konstan dari Rp32,71 triliun pada triwulan III 2025 menjadi Rp33,84 triliun pada triwulan IV-2025. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi q-to-q terutama didorong oleh Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang tumbuh 33,78 persen, diikuti PK-LNPRT (6,78 persen), PKRT (3,53 persen), dan PMTB (2,76 persen). Sementara itu, ekspor barang dan jasa mengalami kontraksi sebesar 2,90 persen.
3. Pengeluaran konsumsi rumah tangga masih mendominasi

Struktur perekonomian DIY pada triwulan IV-2025 masih didominasi oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dengan kontribusi sebesar 61,67 persen, diikuti oleh PMTB sebesar 37,44 persen. Dari sisi lapangan usaha, Sektor utama yaitu Industri Pengolahan; Konstruksi; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; serta Informasi dan Komunikasi mampu memberikan kontribusi hingga lebih dari separuh perekonomian DIY atau sebesar 52,12 persen.
"Meskipun kontribusi PDRB DIY terhadap perekonomian Pulau Jawa relatif kecil, yaitu sebesar 1,55 persen, pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan IV-2025 tercatat tertinggi di Pulau Jawa, baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, maupun secara kumulatif sepanjang tahun 2025," kata Endang.

















