Peresmian Bengkel Enduro di Lapas Kelas II B Sleman atau Lapas Cebongan, Jumat (9/8/2024). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Sulistyo (22), menjadi salah satu dari tiga orang warga binaan terbaik, mendapatkan pelatihan mekanik dari Pertamina Lubricants. Ia mengaku mempunyai niat untuk belajar bengkel. "Ada niat buat kehidupan lebih baik, ke depannya saya keluar bisa bekerja di bengkel,” ujar Sulistiyo.
Ia menyebut telah mendapat pelatihan awal selama satu minggu, kemudian berlanjut pelatihan selama 20 hari. Sulistiyo mengatakan ia mempunyai hobi berkaitan otomotif, sehingga urusan perbaikan sepeda motor bukan hal baru. Adanya tambahan bekal dari Pertamina Lubricants ini, membuat dirinya optimis bisa menjalani hidup lebih baik.
“Iya InsyaAllah bisa punya bengkel. Kita bertiga (bersama dua rekannya yang merupakan warga binaan)) niatnya membuat bengkel. Pelatihan yang sudah diberikan juga bagus, fasilitasnya oke. Untuk pelatihan itu service ringan, ganti oli, dan lainnya,” kata Sulistiyo.
Teman Sulistyo, Nanang (25) menaruh harapan sama. Ia ingin menjalani hidup lebih baik, setelah bebas. Ia berharap pelatihan menjadi mekanik di Bengkel Enduro Lapas Cebongan menjadi salah satu jembatan untuk membuka bengkel. “Semoga habis lulus dari sini, nanti bisa buka sendiri, dan dibantu dari Pertamina,” ujar Nanang.
Nanang mengaku ia sempat menjadi mekanik sebelum menjalani kehiduoana di balik jeruji besi. “Bisa belajar lagi. Pelatihan ini juga bersertifikat dari Pertamina. Itu penting, kan jarang,” ungkapnya.
Lain halnya dengan Sulistyo dan Nanang, bagi Alvin. Remaja berusia 18 tahun ini mengaku dunia otomotif menjadi hal baru baginya. Namun ia mampu menjadi salah satu yang terbaik di antara warga binaan lainnya dalam pelatihan ini. “Pengalaman baru. Awalnya kesulitan, diajari terus. Belajar dari teman-teman juga,” ujar Alvin.
Alvin kini memiliki tujuan baru setelah keluar dari Lapas Cebongan. Ia ingin membuka bengkel bersama rekannya. “Hidup Lebih baik, gak melakukan pelanggaran hukum lagi,” ucap Alvin.