Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pekerja Bangunan dan Nakes Tertular Virus Corona, DIY Tambah 3 Kasus

Pekerja Bangunan dan Nakes Tertular Virus Corona, DIY Tambah 3 Kasus
Ilustrasi Corona (IDN Times/Arief Rahmat)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengumumkan adanya penambahan pasien positif COVID-19 pada Senin (8/6). 

Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih mengatakan penambahan hari ini sebanyak tiga kasus positif. Sehingga jumlah pasien COVID-19 di DIY mencapai 247 kasus.

1. Rincian tiga kasus baru

infeksiemerging.kemkes.go.id
infeksiemerging.kemkes.go.id

Berty Murtiningsih menerangkan penambahan sebanyak tiga pasien baru berasal dari Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, dan Sleman. 

Kasus nomor 247, kata Berty adalah seorang laki-laki berusia 46 tahun asal Bantul. Pasien ini diketahui mempunyai riwayat perjalanan ke Jakarta.

Selanjutnya, kasus 248 adalah pasien laki-laki berusia 34 tahun. "Warga Kota Yogyakarta ini adalah salah seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta di Kota Yogyakarta. Ketahuan positif setelah mengikuti screening mandiri oleh perusahaan tempatnya kerja," terang Berty.

Sedangkan untuk kasus 249, identitas pasiennya adalah warga Sleman berjenis kelamin perempuan berusia 27 tahun. "Pasien merupakan tenaga kesehatan," lanjut Berty singkat.

2. Pegawai proyek pembangunan positif COVID-19

Wakil Walikota Kota Yogyakarta, Heroe Purwadi. Instagram/Pemkotjogja
Wakil Walikota Kota Yogyakarta, Heroe Purwadi. Instagram/Pemkotjogja

Soal pasien kasus nomor 248, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan pasien adalah salah seorang pekerja proyek pembangunan di Kota Gudeg.

"Pasien ini terdeteksi melalui screening mandiri yang dilakukan perusahaan tersebut saat ini sedang mengerjakan proyek pembangunan di Kota Yogyakarta. Dari 150 karyawan yang mengerjakan proyek tersebut, 5 reaktif dan ketika swab ada satu yg positif," ujarnya.

Heru Poerwadi mengatakan saat sedang dilakukan penelusuran untuk riwayat kontak atau penularan pasien kasus 248 ini, pihaknya berharap rapid diagnostic test (RDT) tahap dua terhadap ratusan karyawan dengan hasil non reaktif.

Lebih jauh, Heroe menerangkan RDT ini wajib diterapkan bagi pekerja yang menggarap proyek pembangunan di Kota Yogyakarta. Apalagi, ketika perusahaan kontraktor memakai jasa orang dari luar daerah yang bolak-balik ke luar kota.

Sebagai contoh, saat proses pembangunan Pasar Prawirotaman lalu seluruh pekerjanya diminta menjalani RDT.

"Dan hasilnya juga non reaktif semuanya," ujar Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta tersebut.

3. Tenaga kesehatan RSA UGM positif COVID-19

Gedung di RSA UGM khusus untuk melayani pasien COVID-19. IDN Times/Siti Umaiyah
Gedung di RSA UGM khusus untuk melayani pasien COVID-19. IDN Times/Siti Umaiyah

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menerangkan pasien Kasus 249. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pasien tersebut adalah salah seorang tenaga kesehatan di RSA UGM.

"Kasus 249 nakes di RSA sepertinya," ujar Joko saat dihubungi melalui whatsapp.

"Untuk posisi nakes tersebut, kami kurang tahu persisnya. Namun, besok akan kita tracing lebih lanjut," tandas Mantan Dirut RSUD Sleman ini.

4. Jumlah pasien sembuh

Foto hanya ilustrasi. (IDN Times/M Faiz Syafar)
Foto hanya ilustrasi. (IDN Times/M Faiz Syafar)

Sementara, jumlah kesembuhan terdapat dua orang. Yaitu pasien dengan kasus 106, laki-laki 43 tahun asal Bantul dan kasus 214, perempuan berusia 23 tahun warga Sleman.

"Sehingga, total kasus sembuh menjadi 185 kasus," tegas Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DIY itu.

Laporan di atas secara praktis membuat catatan berubah. Di mana kini tercatat ada 54 orang pasien COVID-19 yang menjalani rawat inap. Sementara, pasien positif yang meninggal dunia masih bertahan dengan 8 kasus.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tunggul Damarjati
EditorTunggul Damarjati

Latest News Jogja

See More

Garuda Institute Minta Pemerintah Evaluasi BGN, Ini 7 Rekomendasinya

27 Jun 2026, 18:51 WIBNews