Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pasien Cuci Darah Meningkat, RSUD Bantul Buka Klinik Ginjal-Hipertensi
Layanan kesehatan Klinik Ginjal dan Hipertensi di RSUD Panembahan Senopati Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)
  • RSUD Panembahan Senopati Bantul meresmikan Klinik Ginjal dan Hipertensi bertepatan dengan HUT ke-23, sebagai respons atas meningkatnya kasus penyakit ginjal dan hipertensi di wilayah tersebut.
  • Setiap hari rumah sakit ini melayani sekitar 120 pasien cuci darah dengan dukungan 50 alat hemodialisa yang beroperasi dalam tiga sif dari pagi hingga malam.
  • Kehadiran klinik baru ini diharapkan mempercepat penanganan pasien ginjal dan hipertensi oleh dokter spesialis serta mengurangi antrean layanan penyakit dalam di RSUD Bantul.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

‎Bantul, IDN Times - Bertepatan dengan HUT ke-23, RSUD Panembahan Senopati Bantul membuka layanan baru berupa Klinik Ginjal dan Hipertensi. Layanan ini merupakan bagian dari penyakit dalam yang lebih spesifik, yakni subspesialis ginjal dan hipertensi.

Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, dr. Atthobari, mengatakan layanan tersebut dibuka karena jumlah pasien dengan penyakit ginjal dan hipertensi terus meningkat setiap tahun.

"Setiap hari kita melayani pasien cuci darah atau hemodialisa cukup banyak dan cuci darah itu diakibatkan karena kegagalan fungsi ginjal yang terkhusus untuk memfilter atau mencuci darah," katanya di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Selasa (24/3/2026).

1. ‎Dalam sehari melayani 120 pasien cuci darah

‎Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, dr. Atthobari. (IDN Times/Daruwaskita)

dr. Atthobari mengatakan jumlah pasien yang menjalani cuci darah di RSUD Panembahan Senopati Bantul mencapai sekitar 120 orang per hari. Layanan tersebut didukung 50 alat cuci darah yang dioperasikan dalam tiga sif, mulai pagi hingga malam.

"Sebagian besar pasien cuci darah yakni pasien yang harus melakukan cuci darah rutin seminggu dua kali," terang pria yang akrab disapa Gus Atok ini.

2. ‎Alasan dibukanya Klinik Ginjal dan Hipertensi

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta layanan cuci darah di RSUD Panembahan Senopati Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Attobhari mengatakan, penyakit ginjal dan hipertensi sebelumnya masuk kategori penyakit dalam. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan meningkatnya kasus, RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan layanan Klinik Ginjal dan Hipertensi.

"Saya kurang tahu kalau subspesialis ini di rumah sakit lain sudah ada atau belum. Yang jelas, ini masih cukup jarang. Artinya, subspesialis ini mungkin di RSUD di Bantul masih kita," tuturnya.

3. ‎Pasien ginjal dan hipertensi lebih cepat ditangani oleh dokter spesialis ‎

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. (IDN Times/Daruwaskita)

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan kehadiran Klinik Ginjal dan Hipertensi memperkuat layanan di RSUD Panembahan Senopati Bantul, khususnya untuk penanganan penyakit ginjal dan hipertensi dengan dukungan dokter spesialis.

"Harapan kita adanya klinik ginjal dan hipertensi ini mampu mengurangi antrean pasien penyakit dalam untuk mendapatkan penanganan dari dokter spesialis penyakit dalam," ungkapnya.

Ia berharap layanan yang lebih spesifik dapat meningkatkan tingkat kesembuhan pasien. Hal ini seiring meningkatnya jumlah pasien ginjal dan hipertensi yang membutuhkan penanganan lebih cepat.

"Layanan klinik ginjal dan hipertensi ini juga akan meningkatkan profesionalisme rumah sakit dalam melayani pasien karena sudah disediakan kliniknya dari induknya (penyakit dalam). Penyakit dalam itu kan banyak sekali ya dan RSUD Panembahan Senopati ini memiliki enam dokter spesialis penyakit dalam," tandasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team