Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lirik Lagu Walang Kekek, Lagu Anak-Anak dari Yogyakarta

Kota Yogyakarta
Lirik Lagu Walang Kekek, Lagu Anak-Anak dari Yogyakarta
Ilustrasi anak-anak (Dok. IDN Times/Sabilla Naditia/bt)
Share Article

Lagu "Walang Kekek" sendiri merupakan lagu daerah anak perempuan asal Yogyakarta yang populer di kalangan masyarakat. Lagu "Walang Kekek" diciptakan oleh sang Ratu Keroncong yaitu Waldjinah dan diperdengarkan pada 1968.

Waljinah menjadikan pergaulan kehidupan sehari-hari sebagai bahan menulis baris-baris lirik lagu "Walang Kekek" yang menyiratkan pesan agar menghargai perempuan.

Lagu yang memiliki lirik semacam pantun ini ramai-ramai dinikmati oleh masyarakat dan membuat mereka terhibur. Nah, berikut lirik lagu dan fakta menarik dari lagu "Walang Kekek" yang perlu kamu tahu.

  1. Lirik lagu "Walang Kekek"

    Walang kekek menclok nang tenggok
    Mabur maneh menclok nang pari
    Ojo ngenyek yo Mas, karo wong wedok
    Yen ditinggal lungo setengah mati

    Eh-ya-yee ya-eh-ya
    Eh-ya-yee ya-eh-ya-ya-ya-ya
    Omah genteng, Mas, tak saponane
    Abot enteng, tak lakonane

    Walang abang ah menclok neng koro
    Walang biru, walange putih
    Bujang maneh, yo Mas, ora ngluyuro
    Sing wis nduwe putu, ra tau mulih

    Eeh-ya-yee ya-eh-ya
    Eeh-ya-yee ya-eh-ya-ya-ya-ya
    Andeng-andeng, yo Mas, ono pilingan
    Ojo dipandeng, mundak kelingan

    Walang ireng mabur brengengeng
    Walang ireng dowo suthange
    Yen do seneng, yo Mas, ojo mung mandeng
    Golek ono ngendi omahe

    Eeh-ya-yee ya-eh-ya
    Eeh-ya-yee ya-eh-ya-ya-ya-ya
    Biso nggambang, yo Mas, ora biso nyuling
    Biso nyawang, ora biso nyanding

    Walang kekek, walange kayu
    Walang kayu, tibo neng lemah
    Yen kepingin, yo Mas, arep melu aku
    Yen mung trimo tak kon jogo omah

    Eeh-ya-yee ya-eh-ya
    Eeh-ya-yee ya-eh-ya-ya-ya-ya
    Walang kekek, yo Mas, walange kadung
    Walang kekek dereng rampung

    Walang kekek menclok neng sawah
    Mabur maneh, menclok wit jati
    Nduwe bojo enom, yo Mas, menyang ati susah
    Bojo tuwo, watuke kekel kesel mijeti

    Eeh-ya-yee ya-eh-ya
    Eeh-ya-yee ya-eh-ya-ya-ya-ya
    Mikul suket, yo Mas, dientul-entul
    Senenge banget, ora biso kumpul

    Walang kekek menclok neng tampah
    Mabur mrene, menclok wit pete
    Sumengkemo mring Gusti Allah
    Nindakake dawuh-dawuhe

  2. Fakta menarik lagu "Walang Kekek"

    Ilustrasi anak-anak (Dok. IDN Times/Sabilla Naditia/bt)
    Ilustrasi anak-anak (Dok. IDN Times/Sabilla Naditia/bt)

    Seperti banyak lagu daerah yang berasal dari Yogyakarta, lagu "Walang Kekek" juga memiliki makna unik tersendiri. Secara sederhana, dapat dikatakan lagu ini merupakan nyanyian yang sifatnya jenaka dengan pesan mengenai kemandirian seorang perempuan. Konon, lagu ini menjadi salah satu lagu favorit Tien Soeharto, istri Presiden Soeharto.

    Lagu "Walang Kekek" menyinggung perempuan yang tidak jarang mendapat perlakuan buruk dari laki-laki dan dianggap gampangan. Acap kali diumpamakan layaknya walang kekek yang gemar hinggap di banyak tumbuhan.

    Sehingga lewat lagu ini, Waldjinah ingin memperingatkan pada laki-laki untuk tidak merendahkan perempuan. Sebab, perempuan pun bisa hidup sendiri dengan baik meski ditinggal laki-laki.

    Nah, itulah lirik lagu "Walang Kekek" dan fakta menariknya. Yuk, hafalkan dan nyanyikan di kala santai untuk melestarikan lagu daerah satu ini.

Share Article

Curated For You

Editorial Team

Related Articles

See More