Jumpa Pers InJourney Destination Management, di Candi Prambanan, Kamis (12/3/2026). (Dok. Istimewa)
Direktur Komersial IDM, Gistang Panutur, menegaskan bahwa optimisme ini dibarengi dengan kesiapan infrastruktur dan layanan, di mana kenaikan jumlah wisatawan harus diikuti dengan peningkatan standar pelayanan agar ekosistem pariwisata tetap berkelanjutan. “Kami melihat proyeksi ini wujud kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan destinasi kita. Pertunjukan seni yang diproyeksikan tumbuh paling signifikan, yakni 6% menandakan minat masyarakat terhadap wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism) terus meningkat,” jelasnya, di Candi Prambanan, Kamis (12/3/2026).
IDM memastikan kenyamanan melalui kesiapan operasional dengan mengutamakan kaum prioritas melalui penyediaan kursi roda gratis dan jalur ramp untuk difabel, kendaraan listrik (EV) khusus prioritas dengan jalur cepat, tim kesehatan yang siaga, serta layanan call center prioritas. “Kami menyediakan lebih dari 50 electric vehicle di TMII dan TWC Borobudur dan TWC Prambanan. Bagi wisatawan yang menggunakan LRT menuju TMII, kami juga menyediakan penjemputan shuttle bus dari stasiun LRT menuju TMII,” lanjut Gistang.
Keamanan dan keselamatan pengunjung tetap menjadi pilar utama operasional IDM. Pada masa ramai Lebaran 2026 ini IDM melibatkan ratusan keamanan eksternal yang terdiri dari personel TNI dan Polri, 160 personel keamanan internal, serta 17 petugas medis profesional. Tersedia pula 7 unit ambulans yang siaga untuk rujukan cepat ke rumah sakit terdekat jika diperlukan.
Pada periode Masa Ramai Lebaran 2026 ini, masyarakat dapat berkunjung di jam operasional yang telah ditetapkan, yakni Candi Borobudur pada pukul 06.30–16.30 WIB, Candi Prambanan pada pukul 06.00–17.00 WIB, dan Keraton Ratu Boko pukul 07.00–17.15 WIB. Melalui seluruh persiapan yang komprehensif ini, IDM siap menyambut wisatawan untuk merayakan hari kemenangan dalam suasana yang aman, nyaman, dan penuh kenangan.