Bantul, IDN Times - Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul menargetkan partisipasi pemilih difabel pada Pemilu 2024 meningkat. Harapan ini dilontaskan Ketua KPU Bantul, Joko Santosa, lantaran lima tahun lalu partisipasi pemilih difabel masih di bawah 50 persen.
KPU Bantul Targetkan Jumlah Difabel Gunakan Hak Pilihnya Bertambah

1. 6.860 difabel masuk DPT di Kabupaten Bantul
Joko Santosa mengatakan dari hasil pembaruan data pemilih, sebanyak 656 tuna netra netra menjadi pemilih tetap. Kemudian tuna rungu berjumlah 251, difabel fisik 2.744, tuna wicara 669, mental 2.145 dan difabel intelektual berjumlah 395 pemilih.
“Total difabel yang masuk DPT di Bantul sebanyak 6.860 orang. Saya perkirakan jumlahnya lebih besar lagi,” katanya Jumat (22/12/2023).
2. Penyebab rendahnya partisipasi memilih
Menurutnya masih rendahnya partisipasi para difabel dalam pesta demokrasi lima tahunan disebabkan, rasa malu dari keluarga hingga dinilai tidak memberikan perubahan pada kehidupan mereka. "Enggan berpartisipasi memilih karena hasil apapun tidak memberikan manfaat pada mereka,” ucapnya.
Dari pengamatan KPU, difabel yang tidak berpartisipasi, didominasi oleh mereka yang berdiam diri di rumah. "Berbeda dengan rekan-rekan difabel yang bergabung di komunitas. Untuk meningkatkan partisipasi, KPU melakukan sosialisasi berbagai komunitas," terang Joko.
Sejak awal tahapan sosialisasi, menurut Joko, KPU Bantul sudah empat kali mengajak difabel untuk memberikan suaranya.
3. TPS dibangun untuk memudahkan akses bagi difabel
Tak hanya sosialisasi, KPU juga melakukan perubahan aksesibilitas terhadap 3.166 TPS untuk memudahkan difabel menggunakan hak pemilihnya. "KPU juga menyediakan pendamping bagi mereka yang membutuhkan," paparnya.