ilustrasi pelaksanaan salat Idul Fitri (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Sementara, Imam jemaah Masjid Aolia, Mbah Benu, mengatakan merayakan Idul Fitri lebih awal dibandingkan jamaah lainnya karena keyakinan dan perjalanan spiritual.
"Ya itu keyakinan. Di Indonesia itu bebas mau hari raya monggo mau puasa monggo. Itu ndak masalah. Yang penting jaga persatuan dan kesatuan, jangan menyalahkan yang lainnya," ucapnya.
Jemaah Aolia kata Mbah Benu, bukanlah organisasi sehingga dirinya mengaku tidak hafal di mana saja keberadaan jamaah Aolia namun tersebar di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, India, Filipina, hingga China.
"Di Arab juga ada. Namun jamaah Aolia lebih banyak diam tidak menjelekkan yang lainnya. Kalau dijelekkan tidak boleh marah karena kami punya kamus tidak marah dengan orang lain," ucapnya.
"Jaga kerukunan sesama kita satu rumah tangga dengan tetangga lain. Jangan ada kebencian di antara kita, bersatu kita teguh, kalau bercerai kita runtuh," tambahnya lagi.