Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ini Motif Pedagang Martabak Bacok Penjual Warmindo di Bantul‎

Ini Motif Pedagang Martabak Bacok Penjual Warmindo di Bantul‎
Pelaku pembacokan terhadap penjual warmindo. (Dok. Polres Bantul)
Share Article

Bantul, IDN Times - ‎Tiyo Dwi Septiaji, warga Kaliangkrek, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menganiaya seorang pedagang warmindo bernama ‎Eko Darmanto, warga Kuningan Jawa Barat, pada Senin (28/8/2029) sore kemarin. Pedagang martabak di Jalan Bugisan, Kasihan, Bantul, tersebut membacok korban dengan celurit hingga bersimbah darah.

Polisi pun mengungkapkan motif penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban tak lain karena sakit hati.

1. Korban dan pelaku sudah saling kenal

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry. (IDN Times/Daruwaskita)
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry. (IDN Times/Daruwaskita)

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry, menyampaikan bahwa korban dan pelaku telah saling mengenal sebelumnya karena keduanya berjualan di Jalan Bugisan, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Namun, pada Lebaran tahun ini, keduanya terlibat dalam perselisihan yang berujung pada insiden penganiayaan ini.

"Jadi setelah dimintai keterangan oleh penyidik, pelaku ini merasa sakit hati dan itu sudah terjadi sejak Lebaran tahun ini," katanya, Selasa (29/8/2023).

2. Awal mula pelaku sakit hati kepada korban‎

Tiyo, pelaku penganiayaan terhadap penjual warmindo diamankan oleh petugas. (Dok. Polres Bantul)
Tiyo, pelaku penganiayaan terhadap penjual warmindo diamankan oleh petugas. (Dok. Polres Bantul)

Sakit hati pelaku tampaknya berawal ketika pelaku mengarahkan seseorang dengan gangguan jiwa ke warung warmindo milik korban untuk meminta makan. Akibat tindakan ini, korban kemudian menegur pelaku karena merasa terganggu dengan situasi tersebut.

"Saat menegur pelaku itu ada kata-kata dari korban yang membuat pelaku sakit hati yang akhirnya pelaku melakukan tindakan itu (membacok korban dengan celurit," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan dari pelaku, selain mengucapkan kata-kata yang menyakitkan hati, korban juga sempat mengancam pelaku bahwa jika pelaku melakukan hal yang sama lagi. Namun, penyidik menganggap bahwa keterangan ini harus didalami, karena hanya diberikan oleh satu pihak.

"Penyidik tentunya juga akan mengkonfrontir pengakuan pelaku kepada korban. Namun saat ini korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan di rumah sakit," katanya.

3. Senjata celurit sudah disiapkan pelaku namun hanya untuk jaga diri‎

Senjata celurit yang digunakan pelaku untuk membacok korban.(Dok.Polres Bantul)
Senjata celurit yang digunakan pelaku untuk membacok korban.(Dok.Polres Bantul)

Ditanya tentang senjata celurit yang sudah disiapkan oleh pelaku, Jeffry menjelaskan bahwa berdasarkan pengakuan pelaku, senjata celurit tersebut memang sengaja disimpan di gerobak martabak. Namun, pelaku mengklaim bahwa senjata itu hanya digunakan untuk tujuan pertahanan diri saja.

"Jadi senjata itu hanya untuk jaga-jaga jika ada ancaman," ungkapnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hironymus Daruwaskita
EditorHironymus Daruwaskita

Latest News Jogja

See More

Ekonom UGM Usul Perbaikan Sistek Jaminan Hari Tua, Ini Rekomendasinya

11 Jun 2026, 16:49 WIBNews