Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Inflasi DIY Awal 2024 Terkendali, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Inflasi DIY Awal 2024 Terkendali, Lebih Rendah dari Tahun Lalu
Ilustrasi inflasi (freepik.com/freepik)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan inflasi pada Januari 2024 lebih rendah dari Januari 2023. Inflasi Januari 2024 secara year-on-year (yoy) sebesar 2,60 persen, sementara secara bulanan, DIY tercatat mengalami deflasi sebesar -0,02 persen (mtm).

Perbaikan capaian inflasi ini tidak lepas dari sinergi berbagai upaya pengendalian inflasi dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY yang semakin solid, dengan didukung pengkinian data Indeks Harga Konsumen (IHK) mengacu pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 dengan tambahan Kabupaten Gunungkidul untuk mewakili daerah rural.

1. Penurunan sejumlah harga picu deflasi

Ilustrasi SPBU. (Dok. Istimewa)
Ilustrasi SPBU. (Dok. Istimewa)

Secara bulanan, deflasi yang terjadi di DIY disebabkan oleh penurunan harga pada kelompok transportasi. Hal ini sejalan dengan penyesuaian harga seluruh BBM Non Subsidi per 1 Januari 2024, yang mengalami penurunan harga berkisar 6-7 persen (mtm). Lebih lanjut, deflasi yang relatif dalam juga terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau seiring pasokan yang terjaga terutama pada komoditas cabai rawit yang memasuki masa panen.

"Hal ini diperkuat oleh pantauan perkembangan harga dalam website Pusat Informasi Harga Pangan Strategis yang menunjukkan penurunan harga cabai rawit dari Rp68.250 per kg di bulan sebelumnya menjadi Rp62.500 per kg," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Ibrahim, Senin (5/2/2024).

2. Penahan deflasi di DIY

ilustrasi beras (pexels.com/Mari M)
ilustrasi beras (pexels.com/Mari M)

Deflasi lebih dalam tertahan oleh meningkatnya harga komoditas pangan seperti beras, bawang merah, tomat, dan bawang putih. Kenaikan harga beras dan bawang merah dipicu oleh keterbatasan pasokan akibat pengaruh El Nino yang menyebabkan mundurnya masa tanam di tahun 2023 dan berdampak pada pergeseran masa panen.

Selain itu, penyaluran Bantuan Sosial Tunai dalam rangka Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem turut memicu kenaikan permintaan sembako, salah satunya beras. Tekanan inflasi juga dipengaruhi oleh tingginya harga komoditas global yang memicu kenaikan harga bawang putih dan emas perhiasan.

3. Upaya pengendalian inflasi ke depan

ilustrasi inflasi (Freepik.com)
ilustrasi inflasi (Freepik.com)

Ibrahim menyebut dengan mencermati kondisi terkini dan mengantisipasi potensi risiko ke depan, Bank Indonesia DIY bersama TPID DIY telah menyusun berbagai upaya pengendalian inflasi untuk tahun 2024 yang dituangkan dalam Roadmap TPID DIY. Ke depan, sinergi pengendalian inflasi tetap difokuskan dengan mengacu pada kerangka 4K (Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif), serta meneruskan upaya-upaya melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

"Selain itu, inovasi juga dilakukan TPID DIY untuk memastikan kebijakan pengendalian harga berjalan dengan baik melalui pengembangan website TPID DIY," kata Ibrahim.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Herlambang Jati Kusumo
EditorHerlambang Jati Kusumo

Latest News Jogja

See More

Ini Hasil Penyelidikan TIm UGM Fenomena Api Misterius di Seyegan Sleman

04 Jun 2026, 12:03 WIBNews