Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hemat BBM, Pemda DIY Minta ASN Pakai Transportasi Umum
Ilustrasi ASN. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Pemda DIY mengimbau ASN tidak memakai kendaraan pribadi ke kantor demi penghematan BBM, menggantikan opsi Work From Anywhere yang dinilai kurang efektif.
  • Ni Made Dwipanti menilai layanan publik di daerah sulit dilakukan jarak jauh, sehingga WFA tidak cocok diterapkan untuk ASN DIY.
  • ASN dan masyarakat didorong mulai beralih ke transportasi umum meski fasilitasnya belum ideal, sebagai langkah awal efisiensi energi di Yogyakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Alih-alih menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN), untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengimbau ASN tak perlu pakai kendaraan pribadi untuk berangkat bekerja.

1. Imbau ASN tak pakai kendaraan pribadi

Kepala Dishub DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan bahwa pihaknya memilih opsi lain yang dinilai lebih terukur tanpa mengusik sektor pelayanan publik.

Keputusan ini, menurut Made, merupakan hasil diskusi langsung dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Ia menilai, penerapan WFA justru berpotensi tidak efektif karena ASN yang bekerja dari rumah belum tentu benar-benar mengurangi mobilitas.

"Karena kami juga harus punya data yang pas, apakah kemudian ketika satu minggu, misalnya Jumat kita off-kan dan kita WFA-kan, itu benar-benar mengurangi konsumsi bahan bakar. Ada penghematan lain-lain atau tidak," terang Made, Kamis (26/3/2026).

2. Layanan di tingkat daerah sulit andalkan WFA

Ilustrasi ASN (IDN Times/Ervan)

Selain itu, ia menyoroti tantangan dalam memantau jam kerja ASN jika WFA diterapkan. ASN tetap memiliki kewajiban memenuhi delapan jam kerja per hari, sementara banyak layanan di tingkat daerah tidak memungkinkan dilakukan secara jarak jauh.

"Mungkin kalau pemerintah pusat bisa, tapi kalau kita di daerah ini kan pelayanan publik ya, termasuk administrasi perkantoran dan lain-lain itu nggak bisa dihandle di luar, pasti kan dia harus di kantor," ungkapnya.

Sebagai alternatif, Pemda DIY mempertimbangkan kebijakan lain seperti penerapan Car Free Day (CFD) bagi ASN, pembatasan penggunaan kendaraan dinas, serta efisiensi energi di lingkungan perkantoran. Uji coba larangan penggunaan kendaraan pribadi ke kantor bahkan pernah dilakukan selama satu hari.

"Untuk kendaraan-kendaraan dinas hanya tertentu saja yang bisa digunakan. Itu mungkin lebih efektif. Terus penggunaan energi lainnya juga agar lebih dihemat lagi," katanya.

3. Transportasi publik belum ideal, tapi harus tetap dimulai

Di sisi lain, Ni Made juga mendorong ASN dan masyarakat untuk beralih ke transportasi publik. Meski demikian, ia mengakui bahwa layanan angkutan umum di Jogja saat ini belum sepenuhnya ideal.

"Tapi tetap harus kita mulai," ungkapnya.

Sebagai informasi, wacana penghematan energi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan jalur perdagangan minyak global akibat konflik antara Irak dan Amerika Serikat.

Pemerintah pusat sebelumnya menyebut penerapan WFA satu hari dalam sepekan bagi ASN berpotensi menghemat hingga 20 persen konsumsi BBM.

Editorial Team