Yogyakarta, IDN Times - Stok pangan di Kota Yogyakarta cukup untuk memenuhi kebutuhan warga selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Pemerintah Kota Yogyakarta meminta masyarakat tak khawatir dan tidak melakukan panic buying, atau berbelanja dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan pangan di bulan Ramadan. Meskipun ada beberapa harga komoditas naik, tapi masih dalam harga acuan dan terkendali.
Harga Sejumlah Komoditas Naik, Pemkot Yogyakarta Jamin Stok Aman

1. Harga cabai keriting bisa kembali naik
Vero menjelaskan terkait harga pangan, berdasarkan hasil pemantauan ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Misalnya cabai rawit merah menjadi sekitar Rp84 ribu per kg, daging ayam ras sekitar Rp40 ribu per kg, dan telur ayam ras Rp30 ribu per kg. Termasuk harga ikan bandeng juga naik menjadi Rp45 ribu per kg, serta ikan tongkol Rp46 ribu per kg, saat momentum perayaan tahun baru Imlek.
Menurut Vero harga cabai merah keriting bisa kembali naik menjelang hari terakhir bulan puasa atau mendekati hari raya, karena masyarakat banyak memasak sambal goreng. Harga daging ayam ras juga biasanya H-3 Hari Raya Idulfitri masih ada kenaikan.
“Ini kami mewaspadai itu. Tetapi sudah kami kondisikan di lapangan dan komunikasi dengan teman-teman di sana untuk menjaga ketersediaannya,” ujarnya.
2. Gelar operasi pasar di sejumlah pasar
Vero mengungkapkan untuk ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pasokan sangat lancar dan stok di Bulog melimpah. Untuk mengendalikan harga pangan, operasi pasar dilakukan bersama Pemda DIY Januari sampai Februari 2026. Saat ini sudah tersalurkan sebanyak 18 ton komoditas beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang merah, dan bawang putih.
Selain itu ada operasi pasar telur ayam rasa bersama Bank Indonesia telah disalurkan mencapai sekitar 4 ton di Pasar Beringharjo dan Pasar Prawirotaman. Pemkot Yogyakarta bersama Bulog dan pihak terkait juga mengadakan pasar murah di 14 kemantren pada 6-27 Februari 2026.
Di samping itu operasional rutin Kios Segoro Amarto di Pasar Beringharjo, Prawirotaman, Kranggan, dan Sentul. Ada juga Warung Mrantasi kerja sama dengan Bank Indonesia.
“Terkait pengawasan kualitas produk, kami telah melakukan pemantauan terhadap kualitas dan mutu produk di pasar rakyat maupun ritel bersama Dinas Pertanian Pangan, BPOM, dan Dinas Kesehatan untuk memastikan masa kedaluwarsa produk, kondisi kemasan, izin edar, keamanan bahan makanan di pasar-pasar Ramadan,” jelas Vero.
3. Lakukan pemantauan pangan tiap pekan
Sementara Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Sri Riswanti menambahkan, Dinas Perdagangan bersama Satgas Saber bersama pihak Reskrim Polda DIY dari Polresta dan dari Bapanas, melakukan pemantauan stok pangan setiap pekan ke pasar rakyat, toko-toko ritel modern dan distributor.
Untuk mengantisipasi terjadi lonjakan harga, pasokan harus dipastikan cukup. Dia menilai harga komoditas telur dan daging ayam ras saat ini masih dalam harga acuan pemerintah. Telur ayam ras juga menjadi salah satu komoditi yang naik menjelang Ramadan
“Kami mengimbau masyarakat jangan panic buying dengan membeli banyak untuk stok di rumah. Panic buying itu muncul karena kombinasi rasa khawatir, kehabisan stok atau takut nanti harganya tiba-tiba melonjak tinggi. Kami sudah antisipasi, memastikan pasokan cukup memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri. Harapan kami masyarakat bijak dan menjadi konsumen yang cerdas, berbelanja apa yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan,” kata Riswanti saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).