Harga Gabah Kering Panen Rendah, DPR Minta Bulog Serap dari Petani

- Harga gabah kering panen hanya laku Rp5.500 per kilogram, jauh dari HPP GKP sebesar Rp6.500 per kilogram yang ditetapkan pemerintah.
- Komisi IV DPR RI meminta Bulog untuk menyerap seluruh hasil panen padi dari petani agar kerja keras petani tidak sia-sia.
- Menteri Pertanian menegaskan penyerapan gabah menjadi kunci keberhasilan swasembada pangan, dan meminta Bulog bekerja lebih keras untuk menyerap gabah milik petani.
Bantul, IDN Times - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, mengaku prihatin dengan harga gabah kering panen di tingkat petani yang hanya dihargai Rp5.500 per kilogram. Padahal, pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
"Ini kan sangat disayangkan ketika panen padi justru harga gabah turun, hanya laku Rp5.500 per kilogram. Jauh dari HPP gabah kering panen yang ditetapkan oleh pemerintah," katanya saat panen raya padi di Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Rabu (15/1/2026).
1. Komisi IV DPR imbau Bulog Serap Gabah dari petani

Harga gabah yang jauh dari HPP GKP, dinilai Titiek sangat merugikan petani. Menyikapi hal ini, Komisi IV DPR RI meminta Bulog untuk menjalankan fungsinya dengan maksimal, yakni menyerap seluruh hasil panen padi dari petani.
"Harapannya kerja keras petani dan berbagai bantuan dari pemerintah kepada petani tidak sia-sia," kata Titiek.
2. Gabah hanya dihargai Rp5.500 per kilogram petani di Indonesia rugi Rp25 trilyun

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa serap gabah menjadi kunci keberhasilan swasembada pangan. Menurutnya, jika penyerapan gabah bermasalah, maka swasembada pun terancam.
"Jadi kita dengar tadi harga gabah kering panen di tingkat petani hanya laku Rp5.500 per kilogram. Artinya apa? Jika dalam empat bulan akan ada panen raya dengan target 25 juta ton dan selisih harga dari petani dengan HPP GKP Rp1.000, maka petani merugi hingga Rp25 triliun," ucapnya.
"Anggaran APBN dan bantuan untuk petani dari pemerintah sekitar Rp144 triliun juga akan sia-sia," tambahnya.
3. Presiden Prabowo perintahkan Bulog Serap gabah petani jika harga di bawah GPP GKP

Andi Amran menegaskan bahwa peran Bulog sangat strategis dalam menjaga kesejahteraan petani melalui penyerapan gabah. Ia meminta Bulog bekerja lebih keras untuk menyerap gabah milik petani.
"Pesan Bapak Presiden Prabowo selama gabah di bawah Rp6.500 per kilogram maka wajib hukumnya bagi Bulog untuk menyerah gabah dari petani," ujarnya.
Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp6.000 per kilogram. Kebijakan ini mulai berlaku pada 15 Januari 2025.





![[QUIZ] Kamu Mudah Dimanipulasi atau Punya Batasan Kuat? Cek di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20250604/pexels-karolina-grabowska-6134903-120d99068824bc16e20fee794f36b728-c5babad5ba5357e885badf08634924d9.jpg)













