Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hanung Raharjo Jadi Ketum Pengkab PBVSI Bantul 2026-2030

Hanung Raharjo Jadi Ketum Pengkab PBVSI Bantul 2026-2030
Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo (kiri).IDN Times/Daruwaskita
Intinya Sih
  • Hanung Raharjo terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengkab PBVSI Bantul periode 2026–2030, menggantikan Joko Purnomo yang telah menjabat selama dua periode.
  • Di bawah kepemimpinan Joko Purnomo, jumlah klub bola voli di Bantul meningkat menjadi 17 dan pembinaan atlet muda semakin diperluas melalui berbagai turnamen serta kegiatan Porkal.
  • Joko mengungkap adanya dugaan korupsi dalam pengadaan bola voli tahun 2023 senilai Rp200 juta, yang menjadi pelajaran penting bagi pengurus PBVSI Bantul berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bantul, IDN Times - Hanung Raharjo secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Umum Pengkab Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bantul masa jabatan 2026-2030. Ia menjadi calon tunggal yang diusung 15 klub bola voli dari 17 klub bola voli di Bumi Projotamansari dalam Musyawarah Kabupaten Bantul yang digelar pada Sabtu (18/5/2025).

Hanung Raharjo yang saat ini menjabat Ketua DPRD Bantul dan Ketua DPC PDI Perjuangan Bantul menggantikan Joko Purnomo yang memimpin selama dua periode.

1. ‎Siap memajukan olahraga bola voli di Bantul

Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo (kiri).(Dok.Humas DPRD Bantul)
Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo (kiri).(Dok.Humas DPRD Bantul)

Hanung Raharjo mengaku tidak mengetahui dirinya terpilih secara aklamasi menjadi Ketum Pengkab PBVSI Bantul periode 2026-2030. Namun Hanung mengaku namanya memang sempat digadang-gadang untuk menjadi Ketum Pengkab BPVSI Bantul oleh sejumlah klub bola voli di Bumi Projotamansari.

‎"Ya ini tentunya amanah dan pekerjaan saya pasti bertambah banyak. Namun saya siap untuk memajukan bola voli di Bantul untuk empat tahun ke depan," katanya.

2. ‎Jumlah klub bola voli di Bantul bertambah

Ketum Pengkab PBVSI Bantul periode 2022-2026, Joko Purnomo.
Ketum Pengkab PBVSI Bantul periode 2022-2026, Joko Purnomo. (IDN Times/Daruwaskita)

Sementara Joko Purnomo menyebut Pengkab PBVSI Bantul di bawah kepemimpinannya, telah melakukan pembinaan dan pemberdayaan klub bola voli yang kini jumlahnya mencapai 17 klub. Selain itu, saat ini sudah ada 59 kalurahan yang menyertakan cabor bola voli dalam Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal).

‎"Kita menggelar turnamen-turnamen bola voli di luar dari agenda Pengkab PBVSI yakni turnamen bola voli dalam rangka HUT Bhayangkara, TNI, Kejaksaan Negeri. Kita syukuri bahwa saat ini bola voli di Bantul maju," katanya.

‎Joko juga menyebut Pengkab PBVSI Bantul mempermudah dan memperbanyak klub bola voli. Tujuannya ingin memfasilitasi anak-anak Bantul yang suka voli sehingga tertampung dalam klub voli. Saat ini juga banyak sekolah di Bantul yang berstatus kelas khusus olahraga atau KKO yang mempunyai tim bola voli.

‎"Nah untuk menjadi atlet bola voli profesional harus bernaung di bawah klub. Kita juga ingin anak-anak Bantul ini tidak lari menjadi atlet bola voli ke daerah lain, dan cukup bisa berlatih di klub-klub bola voli yang ada di Bantul. Maka kita arahkan klub bola voli ini bisa memberikan pembinaan secara bagus kepada atlet-atletnya," jelasnya.

3. ‎Dugaan korupsi pengadaan bola bola voli tahun 2023

Lebih lanjut Joko mengatakan selama periode 2022-2026 memimpin Pengkab PBVSI Bantul, juga menghadapi sejumlah masalah. Salah satunya tahun 2023, Pengkab PBVSI mengajukan program pengadaan bola voli dan net senilai Rp200 jutaan melalui KONI Bantul. Joko menjelaskan dalam pengajuannya tercatat Rp1,1 juta untuk setiap bola bola voli, tapi realisasinya hanya dibelikan senilai Rp200 ribu.

‎"Dan ketika pengadaan bola bola voli direalisasikan kemudian diserahkan ke Pengkab BPVSI Bantul, jelas kita tolak karena jauh dari spek yang kita minta dan semua klub bola voli juga menolaknya. Kemudian diganti dengan bola bola voli yang nilainya Rp600 ribu, tapi kita tolak lagi. Lha ini kan jelas tindak kejahatan korupsi ta?," kata Joko.

Menurut Joko hal ini merupakan pelajaran bagi pengurus Pengkab PBVSI Bantul 2026-2030 agar tidak terulang kembali.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More