Bantul, IDN Times - Gelombang pasang menerjang kawasan Pantai Depok, Kabupaten Bantul pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Akibatnya puluhan kapal nelayan yang berada di pantai terseret air laut. Barang dagangan milik pedagang yang berjualan di bangunan nonpermanen juga morat-marit.
Salah satu nelayan Pantai Depok, Henri mengatakan, gelombang pasang merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di Pantai Depok dan biasanya terjadi sekitar pukul 10.00-12.00 WIB.
"Ya gelombang pasang itu fenomena biasa saja dan sering dialami oleh nelayan di Pantai Depok," ungkapnya.
Gelombang Pasang Terjang Puluhan Lapak dan Kapal Pantai Depok

1. Lahan parkir untuk perahu digunakan sebagai lapak dagangan
Henri menceritakan perahu nelayan yang terseret disebabkan tempat parkir yang biasanya untuk kapal, dipakai pedagang untuk berjualan.
"Ya mau gimana lagi, wong tempat parkir perahu digunakan untuk tempat jualan. Otomatis parkir perahu paling dekat dengan bibir pantai," ujarnya.
2. Pemilik perahu amankan alat tangkap
Beruntung menurut nelayan berusia 47 tahun, pemilik kapal sudah mengambil peralatan menangkap ikan, yang biasanya disimpan di kapal.
"Yang jelas nelayan sudah hafal jika akan ada gelombang pasang, sehingga nelayan tidak meninggalkan alat tangkapnya di perahu," ilbuhnya.
3. Alam sedang menata Pantai Depok sebab pedagang enggan untuk ditata
Ketua Koperasi Wisata Mina Bahari 45, Pantai Depok, Sutarlan membenarkan adanya gelombang pasang. Ia mengklaim pedagang sudah mengetahui kejadian alam ini. "Ya pedagang ini nekat saja bangun lapak di pinggir. Risikonya ya diterjang gelombang pasang, " tuturnya.
Pihaknya sudah mengimbau pedagang tidak membangun lapak di pinggir pantai, tapi imbauan itu tak dididengarkan.