Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Film Pendek Mahasiswa ISI Yogyakarta Berkolaborasi dengan Juilliard School

Cuplikan film pendek Bunga-Bunga di Jala Ikan karya mahasiswa ISI Yogyakarta.
Cuplikan film pendek Bunga-Bunga di Jala Ikan karya mahasiswa ISI Yogyakarta. (Dok. Merakit Pictures/Bunga-Bunga di Jala Ikan)
Intinya sih...
  • Film pendek Bunga-Bunga di Jala Ikan karya mahasiswa ISI Yogyakarta terpilih berkolaborasi dengan Juilliard School lewat program Art of the Score di Balinale.
  • Sutradara Cinta Setia dan tim bekerja sama dengan mahasiswa musik Juilliard untuk menggarap skor film, didukung produser berpengalaman.
  • Film ini mengangkat isu ketahanan sosial dan dampak perubahan iklim berlatar Danau Rawa Pening.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Film fiksi pendek Bunga-Bunga di Jala Ikan (A Mixed Blessing) karya mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terpilih untuk berkolaborasi dengan Juilliard School, institusi pendidikan musik ternama yang berbasis di New York. Film garapan Cinta Setia tersebut masuk dalam program Juilliard’s Art of the Score pada Bali International Film Festival.

Melalui program tersebut, Cinta bersama tim akan bekerja sama dengan mahasiswa musik dan komposer dari Juilliard School untuk menggarap musik latar film tersebut.

“Dari proses development naskah, kami selalu berkolaborasi dengan siapapun untuk memaksimalkan potensi kami dan juga (potensi) film Bunga-Bunga di Jala Ikan. Kolaborasi musik skor di program Balinale bersama Juilliard School merupakan kolaborasi secara internasional pertama saya,” ungkap Cinta Setia dalam keterangan yang diterima IDN Times, Kamis (5/2/2026).

1. Didukung produser yang berpengalaman dengan program yang sama

Cuplikan film pendek Bunga-Bunga di Jala Ikan karya mahasiswa ISI Yogyakarta
Cuplikan film pendek Bunga-Bunga di Jala Ikan karya mahasiswa ISI Yogyakarta. (Dok. Merakit Pictures/Bunga-Bunga di Jala Ikan)

Film tersebut turut diproduseri Saddam Putra Dewa Rimbawan, yang sebelumnya juga terlibat dalam kolaborasi program serupa melalui film Gadis dan Penatu pada 2023. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Saddam dalam menggarap proyek terbarunya.

“Pada kolaborasi saya kedua ini, tentunya saya akan memastikan karya saat ini bisa jauh lebih maksimal dan lebih baik daripada karya sebelumnya, karena saya sudah memahami alur kerja dan potensi yang ada di film ini,” ujar Saddam.

Program Art of the Score dikembangkan pada 2021 oleh Dr. Edward Bilous selaku Direktur Juilliard Center for Innovation in the Arts. Program ini dirancang untuk mempertemukan mahasiswa Juilliard yang berminat menciptakan musik orisinal untuk media visual dengan mahasiswa pembuat film dari berbagai negara.

2. Proses kolaborasi berlangsung hingga April 2026

Sutradara Cinta Setia (kedua dari kiri) saat menggarap Bunga-Bunga di Jala Ikan.
Sutradara Cinta Setia (kedua dari kiri) saat menggarap Bunga-Bunga di Jala Ikan. (Dok. Merakit Pictures/Bunga-Bunga di Jala Ikan)

Film Bunga-Bunga di Jala Ikan menjadi naskah pertama yang ditulis Cinta Setia sekaligus film ketiga yang ia sutradarai. Karya ini juga menandai kolaborasi perdana Cinta dan Saddam sebagai sutradara dan produser. Film ini digarap di bawah payung Merakit Pictures, rumah produksi yang dikelola secara kolektif oleh mahasiswa program sarjana jurusan Film dan Televisi di Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta.

Proses kolaborasi dengan Juilliard School dijadwalkan dimulai pada akhir Januari dan ditargetkan selesai pada April 2026. Setelah rampung, film ini direncanakan diputar dalam ajang Bali International Film Festival yang akan berlangsung pada 1–7 Juni 2026.

3. Angkat isu ketahanan sosial masyarakat di Rawa Pening

Cuplikan film pendek Bunga-Bunga di Jala Ikan karya mahasiswa ISI Yogyakarta.
Cuplikan film pendek Bunga-Bunga di Jala Ikan karya mahasiswa ISI Yogyakarta. (Dok. Merakit Pictures/Bunga-Bunga di Jala Ikan)

Film Bunga-Bunga di Jala Ikan (A Mixed Blessing) mengangkat isu sosial tentang ketahanan masyarakat melalui tradisi lokal dengan latar Danau Rawa Pening. Film ini menyoroti dampak nyata perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat di tingkat akar rumput. Cerita berfokus pada perjuangan sebuah keluarga yang berada dalam tekanan ekonomi hingga harus mengandalkan tradisi Sedekah Rawa Pening untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Dikembangkan melalui program Shorts Up 2024, film ini memadukan isu lingkungan dengan gambaran ketahanan sosial masyarakat lokal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More

30.489 Peserta BPJS PBI di Bantul Dinonaktifkan oleh Pemerintah Pusat

08 Feb 2026, 15:01 WIBNews