Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Arus Mudik Lebaran Dimulai, Ini Tips Peneliti Pustral UGM

Arus Mudik Lebaran Dimulai, Ini Tips Peneliti Pustral UGM
Ilustrasi mudik lebaran 2025. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya Sih
  • Peneliti Pustral UGM menekankan pentingnya pemeriksaan teknis kendaraan sebelum mudik, termasuk kondisi ban, rem, dan cairan mesin agar perjalanan aman di tengah cuaca dan rute yang dinamis.

  • Mengingatkan pengemudi untuk mengatur waktu istirahat guna mencegah microsleep serta memanfaatkan rest area atau masjid sebagai tempat pemulihan fokus selama perjalanan jauh.

  • Pemudik disarankan memakai aplikasi navigasi real-time, mengikuti rekayasa lalu lintas resmi, serta menjaga etika berkendara demi perjalanan mudik yang lancar, nyaman, dan selamat sampai tujuan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sleman, IDN Times- Operator bus dan pengguna kendaraan pribadi diminta memastikan kesiapan teknis kendaraan sebelum berangkat saat arus mudik Lebaran tahun 2026.

Peneliti di Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Dwi Ardianta Kurniawan menjelaskan kesiapan teknis menjadi syarat yang tidak bisa ditawar mengingat cuaca yang dinamis dan rute yang panjang. 

Oleh karena itu, setiap pemudik diwajibkan melakukan inspeksi komponen vital kendaraan secara menyeluruh dan detail menyangkut ketebalan profil ban dan tekanan angin sesuai standar, sistem pengereman berfungsi sempurna, serta seluruh cairan kendaraan, yaitu oli mesin, cairan radiator, hingga minyak rem) dalam volume dan kualitas yang prima.

“Mengabaikan kesiapan teknis ini sama halnya dengan membuka peluang besar terjadinya kecelakaan fatal di jalan raya,” ucapnya, Jumat (13/3/2026).

1. Pemudik diminta waspadai microsleep

ilustrasi checklist packing mudik keluarga dengan balita
ilustrasi checklist packing mudik keluarga dengan balita (pexels.com/Beyza Kaplan)

Dwi Ardianta menambahkan faktor keselamatan, sebagai faktor krusial terlebih jika itu menyangkut manajemen kelelahan dari sang pengemudi. Berada di balik kemudi selama berjam-jam, dapat menguras tingkat konsentrasi dan memperbesar risiko microsleep, dan ini dinilainya menjadi salah satu penyumbang terbesar kecelakaan di jalan tol.

“Terapkanlah standar keselamatan berkendara dengan konsisten. Beristirahatlah minimal 15–30 menit setelah mengemudi maksimal 4 jam berturut-turut. Selain itu manfaatkan rest area tol atau ribuan masjid yang telah disiapkan pemerintah untuk sekadar meregangkan otot, minum air putih, dan memulihkan fokus sebelum melanjutkan perjalanan,” katanya.

2. Manfaatkan aplikasi navigasi

ilustrasi mudik
ilustrasi mudik (pexels.com/Dreamer Dude)

Dari segi kenyamanan, Dwi Ardianta tidak menampik kenyataan bahwa pemudik di tahun 2026 sangat dimudahkan oleh kehadiran teknologi informasi lalu lintas yang semakin presisi. Untuk menghindari jebakan kemacetan yang melelahkan maka dapat digunakan aplikasi navigasi digital secara real-time guna memantau rute perjalanan.

Menurutnya, penting untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan informasi resmi dari Korlantas Polri terkait rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, atau pembatasan jam operasional truk angkutan barang. “Hal ini untuk menjamin perjalanan di luar jam-jam puncak arus mudik akan membuat perjalanan terasa jauh lebih lengang dan bebas stress,” katanya.

3. Patuhi rambu lalu lintas

ilustrasi rambu lalu lintas di jalan raya
ilustrasi rambu lalu lintas di jalan raya (pexels.com/Matthew Yeung)

Dwi Ardianta menjelaskan esensi mudik Lebaran pada hakikatnya adalah merayakan kemenangan dan merajut kembali tali silaturahmi bersama keluarga dengan selamat. Dengan infrastruktur jalan yang semakin baik dan tambahan fasilitas rest area sudah seharusnya para pemudik mengimbangi dengan kesadaran untuk mematuhi rambu lalu lintas dan menjaga etika berkendara.

Dengan persiapan kendaraan yang prima, manajemen kelelahan yang disiplin, serta perencanaan rute yang matang, perjalanan mudik tentunya akan menjadi sebuah pengalaman yang aman, nyaman, dan berujung pada kebahagiaan di kampung halaman.

Yang tidak kalah penting menurutnya, pemudik perlu memperhatikan secara detail terkait manajemen kenyamanan di dalam kabin mobil. Hal ini memegang peran penting terlebih bepergian mudiknya bersama anak-anak atau lansia maka perlu memastikan sistem pendingin udara (AC) berfungsi optimal agar sirkulasi udara tetap segar di tengah perjalanan siang hari.

“Perlu juga disiapkan perbekalan yang esensial secara terorganisir, mulai dari kotak P3K berisi obat-obatan pribadi, camilan dan air minum yang cukup, hingga variasi hiburan untuk menjaga mood penumpang agar tetap terjaga dengan baik meski harus menghadapi antrian di gerbang tol,” katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More