Comscore Tracker

Akibat Gempa Jogja, 18 Rumah Rusak dan Pasien COVID Berhamburan 

Warga merasakan getaran seperti gempa 2006

Kota Yogyakarta, IDN Times - Belasan rumah dilaporkan rusak akibat gempa bumi yang terjadi di barat daya Kabupaten Gunungkidul, Senin (28/6/2021) pukul 05.15 WIB.

Data yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta, kerusakan terjadi di Kalurahan Girisekar, Panggang dan Giripurwo, Kapanewon Purwosari serta di Kabupaten Bantul. 

 

1. Kerugian hingga Rp8 juta

Akibat Gempa Jogja, 18 Rumah Rusak dan Pasien COVID Berhamburan Genting rumah warga di Gunungkidul melorot dan berjatuhan akibat gempa bumi 5,3 SR.(IDN Times/Istimewa)

Dari data tertulis BPBD DIY, di Gunungkidul sebanyak 14 rumah dan 1 tempat ibadah mengalami kerusakan. Nilai kerugian mencapai Rp6,8 juta. Sedangkan di Bantul terjadi di Kapanewon Pundong. Dampak kerusakan yaitu 3 buah rumah rusak. Total kerugian berkisar Rp1,2 juta. Sehingga total kerusakan akibat gempa dini hari tadi sebanyak Rp8 juta. 

 “Sedangkan tiga Kabupaten/kota lainnya di DIY yaitu Slema, Kota Yogyakarta dan Kulon Progo tidak dilaporkan adanya kerusakan akibat gempa pagi tadi,” terang Manajer Pusdalops BPBD DIY, Danang Samsurizal, Senin (28/6/2021). 

Baca Juga: Belasan Rumah di Gunungkidul Rusak Akibat Gempa Bumi M 5,3

2. Warga merasakan getaran seperti gempa 2006

Akibat Gempa Jogja, 18 Rumah Rusak dan Pasien COVID Berhamburan Gempabumi yang terjadi pada Senin (28/6/2021). Dok: istimewa

Gempa tersebut juga membuat warga Kledokan, Catur Tunggal, Sleman panik sehingga berlari ke luar rumah. Salah seorang warga, Sugeng menyatakan guncangan gempa yang dirasakan amat kencang. Sehingga mengakibatkan bunyi di kaca jendela. 

"Getarannya seperti gempa 2006, kuat sekali. Tapi untunglah tidak terjadi korban jiwa dan hanya sebentar,” ujar Sugeng.

3. Pasien COVID -19 di selter berhamburan

Akibat Gempa Jogja, 18 Rumah Rusak dan Pasien COVID Berhamburan Ilustrasi seorang pasien COVID-19. (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)

Saat terjadi gempa, pasien COVID-19 yang berada di selter Universitas Islam Indonesia (UII) Jalan Kaliurang, berhamburan keluar kamar. Puluhan pasien COVID-19 panik dan berhamburan sampai teras kamar, sebagian mengenakan masker dan sebagian lainnya belum sempat memakai.

Sesaat setelah guncangan gempa berakhir, mereka segera kembali ke kamar masing-masing yang berada di bangunan empat lantai tersebut.

"Seram. Tapi 'kan gak boleh turun," kata Ayu, salah seorang penghuni selter di lantai empat dilansir dari Antara. 

Baca Juga: Gempa M 5,1 di Selatan Gunungkidul Terasa Sampai ke Malang

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya