Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dishub Bantul Prediksi Arus Mudik Mulai Ramai pada 27 Maret 2025
ilustrasi mudik lebaran (ANTARA/HO-Humas Kemenhub)
  • Pemerintah Bantul bersiap hadapi lonjakan kunjungan saat mudik dan libur Lebaran 2025, dengan perkiraan jumlah pemudik mencapai 20-25 juta orang.
  • Dishub Bantul telah menyiapkan pos pengamanan dan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik, termasuk sistem buka-tutup jalan di titik rawan kepadatan.
  • Kepolisian akan menggelar Operasi Ketupat Progo 2025 selama 17 hari untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama arus mudik dan libur Lebaran. Pos pengamanan akan didirikan di jalur wisata dan titik strategis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar rapat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menghadapi lonjakan kunjungan saat arus mudik dan libur Lebaran 2025. Diperkirakan, Yogyakarta, termasuk Bantul, akan menjadi tujuan para pemudik yang menghabiskan libur Lebaran di berbagai objek wisata di Bumi Projotamansari.

1. Pemudik melonjak karena ada tol Jogja-Solo

Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi.(IDN Times/Daruwaskita)

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Singgih Riyadi, menyebutkan bahwa jumlah pemudik yang berkunjung ke Yogyakarta saat libur Lebaran diperkirakan mencapai 20–25 juta orang. Lonjakan ini juga dipengaruhi oleh pembukaan Tol Jogja-Solo seksi Prambanan yang, meskipun masih fungsional, berpotensi meningkatkan penggunaan kendaraan pribadi.

"Pemerintah juga memberikan diskon tarif tol sehingga akan banyak pemudik yang pulang kampung menggunakan mobil pribadi termasuk ke Bantul," katanya, Senin (17/3/2025).

Ia memperkirakan arus mudik mulai ramai pada 27 Maret, sementara puncak arus balik terjadi pada 4–5 April. Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub bersama Polres Bantul telah menyiapkan pos pengamanan dan rekayasa lalu lintas.

"Untuk jumlah pos pengamanan Lebaran masih seperti libur Lebaran tahun 2024 yang lalu," ucapnya.

2. Titik rawan kepadatan arus lalu lintas di Bantul

ilustrasi jalan macet (pixabay.com/Aled7)

Singgih menyebut beberapa titik rawan kepadatan di Bantul, di antaranya Simpang Tiga Klangon, Bundaran Srandakan, dan jalur lintas selatan. Untuk mengatasi lonjakan volume kendaraan, Dishub bersama kepolisian dan TNI akan menerapkan sistem buka-tutup jalan di lokasi-lokasi tersebut.

"Jalur alternatif juga telah disiapkan dengan rambu-rambu pendukung guna memperlancar arus lalu lintas," tuturnya.

3. Polres Bantul gelar Operasi Ketupat Progo 2025 selama 17 hari

Kapolres Bantul, AKBP Novita Eka Sari.(Dok Polres Bantul)

Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari menyatakan bahwa kepolisian akan menggelar Operasi Ketupat Progo 2025 selama 17 hari, mulai 23 Maret hingga 8 April. Operasi ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama arus mudik dan libur Lebaran.

"Kami akan mendirikan pos pengamanan di jalur wisata dan titik-titik strategis yang sering dilalui pemudik. Detail lokasi akan segera kami tetapkan, tetapi saat Operasi Ketupat dimulai, pos-pos ini sudah siap beroperasi," katanya.

4. Jalur rawan kemacetan dan kecelakaan harus mendapat perhatian khusus

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.(IDN Times/Daruwaskita)

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menegaskan bahwa jalur rawan kemacetan dan kecelakaan akan mendapat perhatian khusus dengan langkah teknis untuk menjamin keselamatan pemudik. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan posko terpadu dan layanan kesehatan bagi pemudik. Posko-posko akan didirikan di lokasi strategis, seperti rest area dan simpul transportasi, dengan fasilitas kesehatan yang beroperasi 24 jam.

"Forkompimda hingga jajaran pemerintah kalurahan untuk siap tugas demi memberikan rasa aman, nyaman serta layanan publik bagi pemudik maupun wisatawan," tuturnya.

Editorial Team

Related Article