Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dinkes Bantul: Belum Ada Kasus Transmisi Lokal COVID-19

Dinkes Bantul: Belum Ada Kasus Transmisi Lokal COVID-19
juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Penularan Infeksi COVID-19 Pemkab Bantul, dr. Sri Joko Nugroho (kiri). IDN Times/Daruwaskita
Share Article

Bantul, IDN Times - ‎Gugus Tugas Percepatan Penanganan Infeksi COVID-19 Kabupaten Bantul menyatakan dua tambahan pasien positif COVID-19 pada Sabtu (18/4) memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah. 

"Jadi kami memastikan sampai hari ini belum ada transmisi lokal dalam penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bantul," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Infeksi COVID-19 Kabupaten Bantul, dr Sri Wahyu Joko Santosa, Minggu (19/4).

1. Dua pasien positif COVID-19 terbaru merupakan warga Kecamatan Kasihan‎

Simulasi penyakit menular yang dilakukan oleh RSUP dr. Sardjito. IDN Times/Siti Umaiyah
Simulasi penyakit menular yang dilakukan oleh RSUP dr. Sardjito. IDN Times/Siti Umaiyah

Menurutnya, dua pasien yang positif COVID-19 merupakan warga dari Kecamatan Kasihan, masing-masing laki-laki usia 26 tahun dan perempuan usia 66 tahun.

"Yang laki-laki memiliki riwayat bepergian ke Jakarta, sedangkan yang perempuan memiliki riwayat bepergian ke Bali," ujar pria yang akrab disapa Dokter Oki ini.

2. Dinkes melakukan penelusuran kepada orang yang pernah kontak erat dengan kedua pasien‎

Ilustrasi petugas dari Dinkes Bantul dan puskesmas melakukan kontak tracking pada pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan. IDN Times/Daruwaskita
Ilustrasi petugas dari Dinkes Bantul dan puskesmas melakukan kontak tracking pada pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan. IDN Times/Daruwaskita

Oki mengatakan, laki-laki yang dinyatakan positif COVID-19 sempat bepergian ke Jakarta karena suatu tugas atau pekerjaan. Dinas Kesehatan Bantul masih berusaha menelusuri orang-orang yang melakukan kontak dengan kedua pasien.

"Kita akan melakukan tracing dan melakukan rapid test terhadap orang-orang pernah kontak erat dengan kedua pasien," terangnya.

3. Hasil rapid tes terhadap 600 warga dan tenaga kesehatan, enam orang dinyatakan positif‎

shutterstock.com/g/jarun011
shutterstock.com/g/jarun011

Lebih jauh, Oki mengatakan Dinas Kesehatan juga telah melakukan rapid test terhadap 600 warga dan tenaga kesehatan yang kontak erat dengan pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif COVID-19. Hasilnya, enam orang dinyatakan positif COVID-19.

"Namun rapid test bukan acuan diagnosa COVID-19 melainkan hanya deteksi dini. Sementara acuan diagnosa pada hasil pemeriksaan swab," ungkapnya.‎

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hironymus Daruwaskita
EditorHironymus Daruwaskita

Latest News Jogja

See More

Mantan Lurah Concat Terjerat 2 Kasus Penyalahgunaan Tanah Kas Desa

01 Jul 2026, 00:23 WIBNews