Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cuaca Ekstrem Diprediksi Landa Kabupaten Bantul, Ini Imbauan BPBD
Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Cuaca ekstrem di Bantul, waspada hujan lebat dan angin kencang
  • Dampak cuaca ekstrem: banjir, tanah longsor, pohon tumbang
  • Peningkatan gelombang laut selatan, masyarakat dihimbau berhati-hati
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN TimesCuaca ekstrem diperkirakan terjadi di wilayah Kabupaten Bantul beberapa hari ke depan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, meminta masyarakat mewaspadai potensi peningkatan hujan lebat yang disertai dengan angin kencang.

"Masyarakat agar mewaspadai potensi peningkatan hujan lebat disertai petir dan angin kencang," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah, Senin (3/2/2025).

1. Warga diminta perbarui informasi cuaca

Ilustrasi hujan lebat (pexels.com/ Thgusstavo Santana)

Aka Luk Luk menjelaskan dampak yang diakibatkan dari cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang tersebut berupa berupa banjir, tanah longsor, angin puting beliung, pohon tumbang dan sambaran petir.
Oleh karena itu, bagi masyarakat terutama mereka yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi agar meningkatkan kewaspadaan.

“Warga juga harus selalu memperbaharui informasi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mendapatkan informasi terbaru,” ungkapnya.

2. Gelombang pantai selatan juga perlu diwaspadai

Ilustrasi cuaca buruk (Unsplash/samferrara)

Menurut Aka Luk Luk, dampak cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, berpotensi terjadi peningkatan ketinggian gelombang pantai selatan, sehingga masyarakat atau wisatawan yang berkunjung ke pantai harap berhati-hati. "Ada peningkatan ketinggian gelombang, akan tetapi masih aman dan terkendali," katanya dikutip Antara. 

3. Cuaca ekstrem terutama terjadi pada 4 Februari

Ilustrasi cuaca ekstrem (IDNTimes/Rochmanudin)

Sementara itu, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi kelembaban udara wilayah DIY pada ketinggian 1.5 - 3.0 km (level 850 - 700 mb) yang cukup basah sebesar 60 - 95 persen, sehingga berpotensi terjadi pertumbuhan awan hujan di DIY.
Adanya belokan angin di Barat Laut Pulau Jawa yang mendukung terbentuknya pertumbuhan awan konvektif di sekitar Jawa dan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kalau dari hasil koordinasi kemarin dengan BMKG, potensi cuaca ekstrem meningkat, terutama pada tanggal 4 Februari," jelasnya.

Editorial Team