Produser Film Operasi Pesta Copet, Ernest Prakasa. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Produser Film Operasi Pesta Copet, Ernest Prakasa menyebut film Operasi Pesta Copet menjadi film yang paling rumit yang pernah ia garap. “Dari pengalaman kami, film ini cukup complicated, bahkan mungkin salah satu yang paling complicated, karena banyak hal yang harus di-manage. Untungnya, kami punya tim yang solid untuk mewujudkan film ini.
Ernest mengatakan film ini sebenarnya komedi dengan bumbu tertentu. “Kami sempat berpikir apakah masuknya ke genre heist atau thriller, tapi akhirnya kami menyebutnya sebagai drama komedi pencopetan. Kami memilih istilah yang lebih familiar supaya penonton lebih mudah memahami filmnya,” ucap Ernest.
Menurut Ernest, komedi adalah salah satu cara paling efektif untuk menyampaikan atau deliver isu yang sebenarnya berat. “Dengan pendekatan komedi, isu tersebut bisa dibicarakan dengan cara yang lebih ringan dan lebih mudah diterima oleh penonton,” kata Ernest.
Sementara itu, para pemain lain menceritakan tantangan masing-masing. Zulfa Maharani yang berperan sebagai Tia mengaku tantangan terbesarnya adalah bermain komedi. Ia merasa terbantu dengan kehadiran Awwe sebagai konsultan komedi.
Kristo Immanuel sebagai Adut mengaku sempat merasakan tekanan karena unsur komedi cukup dominan dalam film. Namun, proses reading dan interaksi dengan pemain lain membuat tantangan tersebut terasa lebih ringan.
Berbeda dengan keduanya, Kawai Labiba yang memerankan Melodi mengaku tidak terlalu kesulitan membangun chemistry dengan pemain lain. Mereka banyak menghabiskan waktu untuk berdiskusi, bermain gim, dan mengobrol bersama.
Film Pesta Copet dari rumah produksi Imajinari ini, dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2026. Film ini menawarkan drama komedi dengan cerita pencopetan, sekaligus mengajak penonton melihat persoalan tersebut dari perspektif yang lebih beragam.