Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita AHY, Kesuksesan SBY Perkuat Pertahanan dan Dilanjutkan Jokowi
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Yogyakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bercerita kesuksesan Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam bidang pertahanan dan keamanan.

AHY menyebut saat pemerintahan SBY menggagas kebijakan MEF atau Minimum Essential Force, sebagai terobosan untuk percepatan peningkatan kapasitas pertahanan. "Karena Alhamdulillah ekonomi kita kuat ketika itu, kita memiliki ruang fiskal yang cukup untuk melakukan pengadaan Alutsista dan langkah-langkah modernisasi TNI dan Polri lainnya," ungkap AHY dalam pidato politik Indonesia Kuat, Maju & Makin Berperan di Dunia, bertempat di Sheraton Mustika Yogyakarta, Kamis (18/1/2024).

Diplomasi yang dilakukan, bisa meyakinkan sejumlah negara penjual, bahwa Indonesia mampu dan layak menggunakan weapon system mutakhir ini. "Kita juga mampu mendapatkan kepercayaan (trust) bahwa Alutsista modern tersebut tidak akan disalahgunakan. Sebab, tidak sedikit negara yang punya uang, tapi tidak dipercaya negara produsennya untuk memiliki Alutsista berteknologi tinggi ini," ungkapnya.

1. Perkuat TNI membeli ratusan senjata dan kendaraan tempur

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Untuk memperkuat Angkatan Darat, sukses mengadakan ratusan kendaraan tempur. Bahkan, untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki Main Battle Tank (MBT), atau tank Kavaleri dengan kapasitas di atas 60 ton. MBT yang dibeli adalah Leopard, buatan Jerman. "Selain itu, kita juga membeli tank Marder Infanteri Mekanis, heli serang Apache buatan Amerika Serikat, hingga ratusan senjata artileri dan peluru kendali," cerita AHY.

Di Angkatan Laut, sukses mengadakan sejumlah kapal selam yang selama lebih dari 30 tahun tidak pernah diperbaharui. Indonesia juga membeli puluhan kapal perang permukaan jenis Fregat, Korvet, dan kapal cepat rudal. Selain itu, juga membeli helikopter anti kapal selam, kendaraan tempur Amphibi, dan persenjataan lainnya.

Untuk memperkuat Angkatan Udara, sukses meningkatkan jumlah pesawat tempur berat dan ringan, pesawat angkut dan pesawat latih secara signifikan. "Kita juga menambah puluhan helikopter, dan memperkuat sistem pertahanan udara, yang meliputi sistem rudal dan sistem radar," ujar AHY.

2. Kesuksesan SBY dilanjutkan Jokowi

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

AHY merasa bersyukur bahwa upaya memperkuat pertahanan dilanjutkan di pemerintahan setelah SBY. "Kami bersyukur pemerintahan Presiden Jokowi juga melanjutkan pengadaan alutsista dan modernisasi kekuatan pertahanan kita. Kami yakini, pemerintahan lima tahun ke depan juga akan terus melakukan pembangunan kekuatan pertahanan kita," kata AHY.

Selain itu, juga tercatat kesuksesan mengembangkan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), meliputi pencegahan perang, penyelesaian konflik, menjaga perdamaian, mendukung pemerintahan sipil dalam mengatasi krisis dan bencana. "Upaya itu disempurnakan dengan pembangunan Seven in One Complex di Sentul, Jawa Barat, termasuk Peace Keeping Center, Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian, dan Universitas Pertahanan," kata AHY.

Universitas Pertahanan, lanjutnya sebagai professional military education, dalam rangka pengembangan kapasitas perwira militer dan sipil, yang tidak hanya memahami teknis perang, tetapi juga memahami filosofi, strategi dan kebijakan pertahanan modern. "Alhamdulillah, saya juga ikut membidani pendirian Universitas Pertahanan tersebut," kata AHY.

AHY menyebut di masa Partai Demokrat menjadi penyangga utama pemerintahan (the ruling party), Indonesia sukses menjadi kontributor utama pasukan perdamaian dunia. "Alhamdulillah, prestasi ini dilanjutkan oleh pemerintahan Presiden Jokowi. Dalam misi perdamaian dunia, di tahun 2006, saya juga mengemban tugas negara menjadi bagian dari pasukan Garuda di perbatasan Lebanon dan Israel," katanya.

3. Menjual dan menggunakan kendaraan tempur buatan dalam negeri

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Dalam industri pertahanan nasional, guna mengembangkan industri strategis dalam negeri, sukses menjual Kapal Perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) buatan PT PAL ke Filipina, setelah mengalahkan enam negara produsen kapal perang lainnya.

"Kita juga sukses menjual kendaraan tempur Anoa dan Komodo buatan PT Pindad, ke sejumlah negara sahabat. Dengan bangga, kita bahkan menggunakan produksi dalam negeri ini pada misi perdamaian PBB di Lebanon, Darfur-Sudan dan Republik Afrika Tengah," ungkap AHY.

Editorial Team

Related Article