Cuaca panas dan kemarau ekstrem tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak kesehatan selama musim kemarau, seperti dehidrasi ekstrem dan heat stroke, terutama pada kelompok rentan termasuk anak-anak.
Dosen Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (PPDS KKLP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. Siti Rizki Fauziah, menjelaskan kondisi tersebut dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan anak karena sistem pengaturan suhu tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan dan belum bekerja seefektif orang dewasa.
“Anak-anak masih dalam masa pertumbuhan sehingga sistem regulasi tubuh mereka belum sesempurna orang dewasa. Karena itu mereka jauh lebih rentan terhadap perubahan lingkungan, termasuk cuaca ekstrem. Kondisi panas yang berlangsung terus-menerus dapat memberikan beban yang lebih besar bagi tubuh anak dibandingkan orang dewasa,” jelasnya, Senin (15/10 dilansir laman resmi UMY.
Untuk itu, dr. Siti membagikan tips mengenali dan menangani heat stroke pada anak.
