Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bercanda Kelewatan, Santri MTs di Sewon Tewas Dipukul Temannya

Bercanda Kelewatan, Santri MTs di Sewon Tewas Dipukul Temannya
Ilustrasi korban lakalantas. (IDN Times/Sukma Shakti)
Share Article

Bantul, IDN Times - Gara-gara bercanda berlebihan, RAW (12) salah satu santri MTs Ma'had An-Nur di Sewon, Kabupaten Bantul harus meregang nyawa. RAW dipukul dengan tangan kosong oleh temannya sendiri, MRM (12) yang mengenai tulang rusuk sisi kiri korban pada Senin siang (14/10).

1. Pemukulan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat pergantian jam pelajaran‎

IDN Times/Daruwaskita
IDN Times/Daruwaskita

Kepala MTs An-Nur, Subakir mengatakan peristiwa nahas yang menimpa salah satu santrinya terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat pergantian jam pelajaran. Kala itu tidak ada guru di dalam kelas.

"Hanya bercanda saja namun mungkin berlebihan. Saat mukul juga pakai tangan kosong. Pelaku dan korban satu kelas yaitu kelas VII. Mereka masih kecil-kecil," katanya, Selasa (15/10).

2. Pelaku dan korban disebut bersahabat baik‎

Ilustrasi via Jabarpublisher.com
Ilustrasi via Jabarpublisher.com

Subakir melanjutkan, hubungan antara korban dan pelaku selama ini dikenal sangat dekat. Mereka tinggal satu kompleks di asrama. Menurutnya, tidak ada unsur kesengajaan pada insiden itu, apalagi niat menghabisi nyawa korban.

"Ya jadi memang murni bercanda, tidak ada dendam antara korban dan pelaku. Santri lain bilang ketika dipukul terus muntah biasa, bukan muntah darah ya," ucapnya.

"Waktu rekonstruksi juga dipastikan hanya satu kali memukul. Mungkin kondisi korban tidak sehat karena beberapa minggu sempat berobat," tambahnya lagi.

3. Berharap kasus tidak sampai ke ranah hukum‎

Dok. Humas Polres Bantul
Dok. Humas Polres Bantul

Terkait dengan masa depan pelaku apakah masih akan berlanjut belajar di MTs An-Nur atau harus pindah, Subakir mengatakan belum mengambil keputusan. Pelaku selama ini juga punya kepribadian yang baik dan berprestasi dibandingkan santri lainnya.

"Anaknya baik sekali, rajin jamaah paling depan, hafal empat juz," ucapnya.

Subakir berharap kasus tidak diperpanjang karena pihak orang tua korban juga menilai tidak ada unsur kesengajaan. Bahkan keluarga korban berdebat dengan tim dokter lantaran akan diotopsi.

"Terutama bapak korban, sudah ikhlas, ridho, tak akan mempermasalahkannya. Semua diselesaikan kekeluargaan," ucapnya.

4. Polisi masih dalam kejadian

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya. IDN Times/Daruwaskita
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya. IDN Times/Daruwaskita

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya mengatakan kasus tersebut saat ini ditangani oleh Polres Bantul. Saat ini petugas sedang melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

"Masih didalami oleh penyidik," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More

Mahasiswa UPN Jogja Desak Transparansi Penanganan Kekerasan Seksual

26 Mei 2026, 19:16 WIBNews