Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bank Indonesia DIY Optimistis Inflasi Masih Terkendali
Ilustrasi Inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Yogyakarta, IDN Times - Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI Kpw) Yogyakarta memperkirakan inflasi DIY akan berada pada kisaran target 3,0 ± 1 persen. Hal tersebut didukung dengan memastikan ketersediaan pasokan dan kestabilan harga oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY.

Plh Kepala Perwakilan BI Kpw Yogyakarta, Agung Budilaksono, mengatakan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kestabilan harga dilakukan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

1. Berbagai upaya untuk menahan laju inflasi

Ilustrasi operasi pasar untuk menekan angka inflasi (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Agung mengungkapkan GNPIP tersebut diwujudkan dalam berbagai program. Mulai dari Operasi Pasar, Pasar Murah, dan implementasi Strategi Pengendalian Harga Pangan (SPHP).

"Kebijakan dimaksud juga diperkuat oleh optimalisasi Kios Segoro Amarto sebagai price reference store untuk menjaga daya beli. Kerja Sama Antar Daerah (KAD), dan monitoring risiko El Nino secara periodik," ujar Agung, Kamis (5/10/2023).

2. Kondisi inflasi DIY pada September 2023

ilustrasi inflasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Diketahui inflasi DIY pada September 2023 tercatat dalam kisaran sasaran 3,0 ± 1 persen. Badan Pusat Statistik tercatat sebesar 0,29 persen (month-to-month/mtm), sehingga secara tahunan mengalami inflasi sebesar 3,30 persen (year-on-year/yoy).

"Terjaganya inflasi dimaksud merupakan hasil koordinasi yang erat dan serangkaian implementasi kebijakan stabilisasi harga dan pemenuhan pasokan dari TPID DIY. Dengan perkembangan inflasi terkini, secara kumulatif inflasi DIY hingga September 2023 sebesar 2,18 persen (year-to-date/ytd)," kata Agung.

3. Pendorong dan penahan inflasi

Ilustrasi beras Bulog. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Tekanan inflasi utama disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau, serta kelompok transportasi. Inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau inflasi dipengaruhi oleh kenaikan harga beras, wortel, dan bawang putih. Naiknya harga beras disebabkan oleh berkurangnya pasokan akibat El Nino.

Sementara, harga bawang putih yang meningkat ditengarai akibat keterbatasan pasokan di wilayah DIY. Tekanan inflasi kelompok transportasi dipicu oleh penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang terjadi pada awal bulan.

Meski begitu, laju inflasi juga masih bisa ditahan dengan penurunan harga sejumlah komoditas. Komoditas telur ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit menjadi faktor penahan tekanan inflasi.

Penurunan harga dimaksud akibat pasokan yang terjaga karena produksi telur yang memadai dan panen raya bawang merah di Bantul dan Kulon Progo. Di sisi lain, komoditas angkutan udara juga mencatatkan penurunan pasca puncak perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Curated For You

Editorial Team

Related Article