Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 2 Km ke Barat, Status Tetap Siaga
Gunung Merapi kembali melontarkan awan panas guguran pada Minggu (28/6/2026) malam. (Dok. Badan Geologi)
  • Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 2 km ke arah barat pada Minggu malam, dengan amplitudo maksimum 50,64 mm dan durasi 118,41 detik.
  • Pengamatan berikutnya mencatat puluhan gempa guguran, hybrid, dan vulkanik dangkal serta sembilan kali guguran lava menuju beberapa aliran sungai di sekitar Merapi.
  • Badan Geologi menetapkan status Merapi tetap di Level III Siaga dan mengimbau warga menjauhi zona bahaya hingga radius 7 km dari puncak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Gunung Merapi kembali melontarkan awan panas guguran pada Minggu (28/6/2026) malam. Badan Geologi mencatat kejadian itu berlangsung pukul 20.56 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 2.000 meter ke arah barat, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih. Aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimal 50,64 mm dan durasi 118,41 detik.

Sementara pada pengamatan hari Senin (29/6/2026) pukul 06.00-12.00 WIB, Badan Geologi mencatat 34 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-20 mm dan durasi 16 sampai 162,96 detik. Selain itu, terjadi 33 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-44 mm, S-P 0,3 sampai 0,8 detik, dan durasi 12,49 sampai 72,28 detik. Ada juga 5 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 2-13 mm dan durasi 10,2 sampai 17,24 detik.

Dalam periode pengamatan yang sama, guguran lava teramati sebanyak 9 kali mengarah ke Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter. Dengan rangkaian aktivitas ini, status Gunung Merapi masih bertahan di Level III atau Siaga.

Badan Geologi mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar Merapi untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Di sektor tenggara, potensi bahaya mengarah ke Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan bisa menjangkau radius 3 km dari puncak.

Suplai magma yang masih berlangsung disebut dapat memicu awan panas guguran susulan di dalam daerah potensi bahaya tersebut. Karena itu, kamu yang beraktivitas di seputar Merapi diminta tetap mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di kawasan gunung. Gangguan abu vulkanik akibat erupsi juga perlu diantisipasi.

Badan Geologi menyatakan status aktivitas Merapi akan segera ditinjau ulang jika terjadi perubahan signifikan ke depannya.

Editorial Team

Related Article