Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ARTJOG 2026 Berakhir, Lebih dari 75 Ribu Orang Ikut Lebaran Seni
Salah satu seni instalasi yang ditampilkan di ARTJOG 2026. (IDN Times/Paulus Risang)
  • ARTJOG 2026 Ars Longa: Generatio berakhir di Jogja National Museum setelah 73 hari, dengan perkiraan lebih dari 75 ribu pengunjung pada penyelenggaraan ke-19.
  • Sebagai pembuka Ars Longa Trilogia, ARTJOG menyoroti relevansi seni terhadap perubahan sosial, politik, dan ekologi serta mendorong kesadaran kolektif melalui diskusi publik.
  • Festival ditutup penampilan White Shoes and The Couples Company; ARTJOG menyiapkan edisi 2027 bertema Legatum dengan pembenahan tata kelola dan eksplorasi warisan seni.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    ARTJOG 2026 Ars Longa: Generatio resmi berakhir setelah berlangsung 73 hari dan diperkirakan dikunjungi lebih dari 75 ribu orang.
  • Who?
    Kurator tamu Farah Wardani, Direktur ARTJOG Heri Pemad, para seniman, supporting staff, pengunjung, serta White Shoes and The Couples Company dan Les Garçons Aux Chaussures Blanches terlibat dalam penyelenggaraan.
  • Where?
    Penutupan ARTJOG 2026 berlangsung di Jogja National Museum, Kota Yogyakarta.
  • When?
    Festival resmi berakhir pada Minggu, 30 Agustus 2026, setelah pelaksanaan selama 73 hari.
  • Why?
    ARTJOG 2026 menjadi bagian pertama Ars Longa Trilogia untuk membahas relevansi seni di tengah perubahan sosial, politik, dan ekologi melalui subtema Generatio.
  • How?
    Rangkaian festival ditutup melalui penampilan musik White Shoes and The Couples Company serta Les Garçons Aux Chaussures Blanches, disertai refleksi kurator, seniman, dan aspirasi supporting staff.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
ARTJOG 2026 di Yogyakarta sudah selesai pada 30 Agustus. Lebih dari 75 ribu orang datang selama 73 hari. Banyak orang melihat karya seni dan berdiskusi. Acara ditutup dengan musik dari White Shoes and The Couples Company. Tahun depan, ARTJOG akan ada lagi dengan tema tentang warisan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - ARTJOG 2026 Ars Longa: Generatio resmi berakhir pada Minggu (30/8/2026) di Jogja National Museum, Kota Yogyakarta. Penyelenggaraan yang ke-19 ini diperkirakan menarik lebih dari 75 ribu pengunjung selama 73 hari pelaksanaan. ARTJOG juga menyampaikan apresiasi terhadap kritik dan diskusi publik yang berkembang sebagai bagian dari upaya bersama membangun ekosistem seni yang lebih baik.

ARTJOG 2026 menjadi bagian pertama dari tema kuratorial “Ars Longa Trilogia” yang dirancang kurator tamu Farah Wardani. Tema tersebut akan membahas relevansi seni di tengah perubahan sosial, politik, dan ekologi melalui tiga subtema, yakni Generatio (2026), Legatum (2027), dan Mundus (2028).

Proses membangun kesadaran kolektif baru

Kurator ARTJOG 2026 Farah Wardani dalam seremoni penutupan ARTJOG 2026. (Dok. ARTJOG/Ariyanto Nugroho)

Farah Wardani menilai seni kontemporer, termasuk ARTJOG, tidak bisa dilepaskan dari berbagai persoalan yang terjadi di luar ruang pamer. Menurutnya, penyelenggaraan ARTJOG tahun ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi sebuah peristiwa yang membangun kesadaran kolektif melalui pemaknaan kembali terhadap peran dan relevansinya.

“Saya memandang bahwa karya-karya di ARTJOG beresonansi dan berkorelasi secara langsung dengan berbagai isu nyata dalam gejolak masyarakat, mulai dari kritik ataupun perbedaan persepsi. Kondisi ini, menurut saya, adalah sebuah proses membangun kesadaran kolektif baru yang memang rasanya tidak nyaman atau bahkan kadang menyakitkan," ujar Farah.

Farah juga melihat ARTJOG sebagai bagian dari ruang percakapan publik di tengah kondisi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai persoalan. Polemik yang berkembang dinilai tidak terlepas dari gejolak sosial politik yang masih berlangsung hingga kini.

Seremoni penutupan ARTJOG 2026. (Dok. ARTJOG/Sito Adhi)

Rekan-rekan supporting staff ARTJOG 2026 turut menyampaikan aspirasi setelah refleksi dari kurator dan sejumlah seniman. Tim yang bertugas melayani pengunjung selama lebih dari dua bulan itu menyoroti pentingnya ruang yang aman dan terbuka dalam menghadapi berbagai tantangan selama penyelenggaraan.

Direktur ARTJOG Heri Pemad menyampaikan terima kasih kepada kurator, seniman, dan seluruh tim kerja yang telah terlibat dalam keberlangsungan festival. Ia menegaskan bahwa ARTJOG tetap berupaya menyediakan ruang yang representatif bagi pemikiran seniman sekaligus menjaga keberlanjutan kerja para pelakunya.

"Apa yang terjadi pada kami juga merupakan otokritik terhadap kondisi ekosistem seni kita hari ini. Kami mengapresiasi setiap diskusi yang terbangun sebagai wujud kepedulian bersama. Sebab tanpa kepercayaan seniman dan kepedulian publik, ARTJOG akan kehilangan maknanya,” ucap Pemad.

Ditutup dengan penampilan White Shoes and The Couples Company

Penampilan White Shoes and The Couples Company saat penutupan ARTJOG 2026. (IDN Times/Paulus Risang)

Rangkaian ARTJOG 2026 ditutup dengan penampilan White Shoes and The Couples Company serta pertunjukan musik elektronik Les Garçons Aux Chaussures Blanches. Penampilan kedua grup tersebut menjadi bagian akhir penyelenggaraan ARTJOG tahun ini.

Menjelang penyelenggaraan ke-20 pada 2027, ARTJOG berkomitmen membenahi tata kelola festival untuk menghadirkan pengalaman estetika dalam ruang yang lebih matang, inklusif, kritis, dan berpihak pada ekosistem seni. Komitmen tersebut akan menjadi bagian dari tema “Legatum”.

Pada edisi tersebut, ARTJOG akan mengeksplorasi gagasan tentang warisan, mulai dari nilai-nilai seni rupa dan warisan budaya global hingga wacana historis untuk generasi mendatang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article