TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

UIN Sunan Kalijaga Terima 2.741 Calon Mahasiswa Baru Jalur Mandiri

UIN Suka menggunakan aplikasi CBT Online

uin-suka.ac.id

Sleman, IDN Times - UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menerima sebanyak 2.741 calon mahasiswa baru dari Jalur Mandiri.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, UIN Sunan Kalijaga, Prof. Iswandi Syahputra menjelaskan, Jalur Mandiri sendiri dibagi menjadi beberapa, yakni Computer Based Test (CBT) 1 dan 2, Prestasi, Portofolio, serta Difabel.

Dia menjelaskan, dari total 2.741 calon mahasiswa, 237 diantaranya merupakan calon mahasiswa dari Jalur CBT 1, 1.733 calon mahasiswa dari Jalur CBT 2, 59 calon mahasiswa dari Jalur Prestasi, 712 calon mahasiswa dari Jalur Portofolio serta 20 calon mahasiswa difabel melalui rekomendasi Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga.

Baca Juga: Linearitas Keilmuan Tak Cukup untuk Pecahkan Permasalahan Global

1. Peserta gunakan aplikasi khusus pada saat CBT

Aplikasi CBT UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Dok. Humas UIN Suka)

Iswandi menjelaskan, untuk jalur CBT sendiri dilaksanakan menggunakan aplikasi CBT UIN SUKA berbasis Android yang tersedia di Google Play Store. Nanti, dalam proses pelaksanaannya, para peserta melakukan tes di domisili masing-masing dengan mekanisme kontrol teknis tertentu yang menjamin keamanan sistem aplikasi dan pelaksanaannya.

"Pada lingkup Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) UIN Sunan Kalijaga merupakan satu-satunya kampus yang melaksanakan CBT online," ungkapnya pada Jumat (11/9/2020).

2. Berikan kesempatan bagi peserta dari daerah 3T dan difabel

uin-suka.ac.id

Menurut Iswandi, untuk Penerimaan Mahasiswa Baru melalui Jalur Mandiri ini, UIN Sunan Kalijaga memiliki kebijakan untuk bisa memberikan afirmasi kepada calon mahasiswa dari daerah terpencil, terluar dan tertinggal. Selain itu, peserta difabel juga diberikan kesempatan untuk bisa menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga.

"Kami mendorong keseimbangan mahasiswa dari Jawa dan luar Jawa sebagai upaya menciptakan keanekaragaman budaya, bahasa dan kondisi sosial. Kami juga menerima 20 mahasiswa difabel dari hasil rekomendasi Pusat Layanan Difabel sebagai kampus inklusif," terangnya.

Baca Juga: Mau Kuota 50 GB, Mahasiswa UGM Wajib Update Data, Terakhir Hari Ini

Berita Terkini Lainnya