4 Alasan Mahasiswa Rantau Sering Merasa Kesepian di Awal Perkuliahan

1. Sulit mendapatkan teman

Sulit mencari teman menjadi salah satu alasan mahasiswa kesepian. Saat kuliah, kamu akan menemukan banyak mahasiswa lain dengan latar belakang yang berbeda-beda. Hal tersebut bisa membuatmu kesulitan mencari tahu seseorang yang cocok denganmu.
Dikutip Psychology Today, Rob Danzman, koselor profesional berlisensi, konselor kesehatan mental dan pendiri Motivate Counseling di Bloomington, Indiana menjelaskan persahabatan membutuhkan waktu, bahkan dapat bertahun-tahun untuk bisa berkembang. Persahabatan juga didasarkan pada minat, nilai, pengalaman yang sama, dan juga kepercayaan.
2. Memandang negatif diri sendiri

Buat mahasiswa rantau, berada jauh dari rumah menjadi tantangan tersendiri. Dikutip Verywell Family, Gabrielle Schreyer-Hoffman, PhD seorang psikologi klinis berlisensi di New York City, menjelaskan munculnya rasa kesepian tidak selalu didasari kurangnya jumlah orang yang berinteraksi dengan orang tersebut, tetapi juga kurangnya interaksi yang berkualitas.
“Meninggalkan rumah bisa menjadi tantangan terutama jika kamu meninggalkan keluarga dan teman yang memiliki hubungan dekat denganmu. Sementara itu, untuk menjalin persahabatan yang baru tidaklah mudah”, tuturnya.
3. Tidak ada support system

Di saat kamu merantau untuk kuliah, transisi kehidupan dari SMA ke kehidupan kuliah yang serba mandiri bisa menyebabkan kamu merasa kesepian. Hal ini terjadi karena saat masih SMA, kamu terbiasa dikelilingi oleh sistem pendukung kamu. Misalnya di rumah kamu selalu dibantu oleh keluarga saat membersihkan rumah, menyelesaikan tugas sekolah, dan segala sesuatunya sudah disediakan oleh orang tuamu.
Akan tetapi, hal itu berbeda saat kamu menjadi mahasiswa rantau dan diharuskan untuk hidup mandiri. Hal ini bisa mengakibatkan perasaan terasing, dan merasa hampa.
4. Terlalu sering menggunakan media sosial

Tak dapat dipungkiri, di zaman yang serba canggih ini kamu bisa mudah dan cepat mengakses banyak hal melalui media sosial. Meski media sosial menjadi hal yang menguntungkan dan bisa meningkatkan koneksi dengan orang banyak, tapi penggunaan media sosial yang berlebihan bisa membuatmu merasakan kesepian.
Melansir Verywell Family, sebuah studi di America Journal of Preventative Medicine menemukan adanya hubungan antara pengunaan media sosial dan interaksi sosial. Artinya, ketika seseorang sering menggunakan media sosial, mereka akan merasa lebih terisolasi secara sosial daripada mereka yang tidak sering menggunakan media sosial.
Menjalani hidup mandiri di perantauan memang menantang, tapi jangan menyerah pada keadaan. Tetaplah menjalin komunikasi dengan orang tersayang di rumah sambil mencoba berbaur dengan lingkungan kampus. Memiliki teman yang suportif akan sangat membantu mengurangi beban emosional dan rasa sepi yang kamu rasakan.



















