10 SPPG di Bantul Ditutup Sementara oleh BGN

- Sebanyak 10 SPPG di Bantul ditutup sementara oleh BGN, termasuk SPPG Srihardono 1 yang terlibat kasus dugaan keracunan siswa SD Monggang di Kalurahan Srihardono, Pundong.
- Dari total 127 SPPG di Bantul, 101 masih beroperasi melayani program Makan Bergizi Gratis, sementara pembukaan kembali 10 unit yang ditutup menunggu verifikasi dan izin dari BGN.
- Dinas Kesehatan Bantul masih menanti hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan MBG di dua SPPG Srihardono, sedangkan delapan lainnya ditutup karena alasan administratif dan teknis.
Bantul, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Bantul menyebut hingga Senin (23/4/2026) sebanyak 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup sementara dan belum mendapat izin dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk kembali beroperasi.
"SPPG yang diberhentikan sementara operasionalnya adalah SPPG Srihardono 1 setelah terjadi kasus dugaan keracunan belasan siswa SD Monggang, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji, Senin (12/4/2026).
1. SPPG yang ditutup sementara tersebar di 10 kapanewon

Hermawan mengatakan SPPG yang ditutup sementara tersebar di sejumlah kapanewon, yakni Pundong, Kasihan, Banguntapan, Bambanglipuro, Sedayu, Pleret, Sewon, Imogiri, Pandak, dan Bantul.
"SPPG yang operasionalnya dihentikan sementara tersebar di 10 kapanewon," ucapnya.
2. Idealnya Bantul punya 140-an SPPG

Hermawan menyebut total SPPG di Kabupaten Bantul saat ini mencapai 127 unit. Sebanyak 101 SPPG masih beroperasi melayani Makan Bergizi Gratis (MBG), 10 SPPG dihentikan sementara, dan sisanya masih dalam proses, seperti pembangunan gedung, pengajuan izin SLHS, penyediaan tempat tinggal pegawai, hingga izin instalasi pengolahan limbah (IPAL).
"Idealnya itu jumlah SPPG di Bantul sekitar 140-an dengan asumsi setiap SPPG memberikan layanan MBG untuk sekitar 2.000 penerima manfaat," ungkapnya.
Terkait pembukaan kembali 10 SPPG, Hermawan mengatakan hal itu menjadi kewenangan BGN. Namun, prosesnya akan berkoordinasi dengan satgas MBG tingkat kabupaten yang memiliki data.
"Tentunya BGN akan melakukan verifikasi di lapangan terhadap SPPG tersebut. Apakah sudah memenuhi tiga persyaratan tersebut yakni mengantongi SLHS, menyediakan tempat tinggal untuk pegawai MBG dan izin IPAL," tuturnya. "Tapi khusus untuk SPPG Srihardono 2 dan 1 ditutup sementara karena kasus keracunan yang diduga berasal dari MBG," tambahnya.
3. Dinkes Bantul masih menunggu hasil uji laboratorium

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Samsu Aryanto, mengatakan dari 10 SPPG yang ditutup sementara oleh BGN, hanya dua yang terkait dugaan keracunan MBG, yakni SPPG Srihardono 2 dan 1. Sisanya ditutup karena faktor lain.
"Kita sudah mengirim sampai menu MBG yang diduga menyebabkan keracunan siswa di Kapanewon Pundong ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Yogyakarta namun sampai hari ini kita belum mendapatkan hasilnya," ujarnya.

















![[QUIZ] Beli Rumah atau Mobil Dulu? Jawab Ini Dulu Biar Gak Salah Pilih](https://image.idntimes.com/post/20250711/2149193165_a81af98b-06e6-4437-a005-726fdabbfe3c.jpg)
