Comscore Tracker

Kecamatan Kalasan Bikin Platform Daring untuk Promosi Produk UMKM

UMKM menjadi elemen yang terdampak pandemik COVID-19

Sleman, IDN Times - Untuk membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak pandemik COVID-19, Kecamatan Kalasan membuat platform warungkalasan.com. Camat Kalasan, Siti Anggraeni Susila Prapti menjelaskan, platform daring ini dibuat bertujuan untuk membantu memasarkan produk UMKM yang biasanya hanya dipasarkan melalui luring.

"Di masa pandemik ini kan kebanyakan UMKM merasakan dampak ekonomi. Kami mencoba menyemangati UMKM agar bisa terus berinovasi," ungkapnya pada Rabu (22/7/2020).

Baca Juga: Frozen Food, Cara Baru Melepas Rindu pada Kuliner Hits Jogja

1. 30 UMKM sudah bergabung

Kecamatan Kalasan Bikin Platform Daring untuk Promosi Produk UMKMwarungkalasan.com

Anggraeni menjelaskan, platform daring ini baru diluncurkan pada 20 Juli 2020 lalu dan sudah ada 30 UMKM dari 4 desa di Kalasan yang tergabung. Untuk produk yang dijual di antaranya makanan, minuman, kerajinan, konveksi dan lain sebagainya.

"Sudah ada sekitar 30 UMKM di Kalasan bergabung di situ. Ada kudapan, konveksi, kerajinan, makanan dan yang tidak kalah penting, Kalasan terkenal dengan ayam goreng," terangnya.

2. Ada kurir khusus yang disediakan

Kecamatan Kalasan Bikin Platform Daring untuk Promosi Produk UMKMwarungkalasan.com

Menurut Anggraeni, untuk bisa mengakses platform ini, masyarakat cukup mengklik website warungkalasan.com. Nanti di dalam website tersebut ada 4 pilihan desa yang bisa menampilkan bermacam UMKM. Lalu, ketika ingin memesan bisa langsung menghubungi nomor yang ada.

"Tinggal klik website, pilih yang dibutuhkan dari produk dari 4 desa. Pengiriman sudah ada kurir, bank juga sudah disediakan (untuk transfer)," terangnya.

3. Ditujukan agar produk UMKM terjual luas

Kecamatan Kalasan Bikin Platform Daring untuk Promosi Produk UMKMwarungkalasan.com

Kasi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Kalasan Joko Susilo menjelaskan jika adanya COVID-19 membuat perekonomian masyarakat lesu, terutama di sektor UMKM. Untuk itu, platform ini dibuat untuk mendorong agar produk masyarakat bisa terjual luas.

"Harus mengubah dan merestorasi tatanan sosial bagi UMKM sendiri. Kita harus berhijrah ke habitat, yang kemarin secara cash and carry, saat ini kita mulai secara daring. Sehingga habitat kita ubah," paparnya.

Baca Juga: Bantu Pelaku UMKM, UII Buat Portal Jual Beli Warung Rakyat 

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya