Comscore Tracker

Frozen Food, Cara Baru Melepas Rindu pada Kuliner Hits Jogja

Dari sate hingga mi ayam, kini bisa dikirim ke luar kota

Sleman, IDN Times - Frozen food belakangan ini digandrungi karena mudah disimpan dan disajikan. Apalagi di masa pandemik virus corona yang mengharuskan orang-orang untuk mengurangi kontak ke luar rumah.

Hal ini menggerakkan dua orang anak muda Yogyakarta untuk membuat sebuah marketplace berbagai kuliner hits Jogja dalam versi makanan beku. Dengan begitu, makanan tersebut bisa disimpan cukup lama, bahkan dikirim ke luar kota.

Baca Juga: Minimarket di Yogyakarta Ini Sediakan Produk-produk Asli dari Korea

1. Berawal dari keluh kesah penggiat UMKM yang omzetnya turun

Frozen Food, Cara Baru Melepas Rindu pada Kuliner Hits JogjaInstagram.com/yuktukoni

Marketplace bernama Tukoni itu menyediakan berbagai produk food and beverage seperti dimsum, sempol, sate, tongseng, hingga mi ayam dibuat dalam kemasan frozen food

Tukoni lahir dari keluh kesah akibat pandemik COVID-19 yang memberikan dampak kepada para penggiat UMKM sehingga membuat Erikuncoro bersama Revo Suladasha mendirikan marketplace ini.

"Awalnya adanya keresahan temen-teman UMKM dan pengusaha khususnya makanan saat pandemi corona 3 bulan lalu, banyak yang curhat situasinya kurang kondusif untuk berjualan dan omzet cenderung menurun," ucap Erikuncoro saat dihubungi IDN Times pada Rabu (24/6).

Dirinya bersama Revo kemudian berinisiatif mengumpulkan teman-teman yang kesusahan dengan membentuk marketplace yang simpel dan mudah dijangkau semua orang, hingga saat itu Tukoni lahir dan mulai berjualan menggunakan platform Instagram, @yuktukoni, dan melakukan transaksi menggunakan WhatsApp.

2. Ada kriteria khusus untuk para UMKM yang ingin bergabung

Frozen Food, Cara Baru Melepas Rindu pada Kuliner Hits JogjaInstagram.com/yuktukoni

Tukoni sejatinya memang sebagai sebuah marketplace untuk UMKM, namun tidak sembarang UMKM bisa bergabung karena Tukoni memiliki kriteria khusus agar kualitas kepada konsumen tetap terjaga.

"Tukoni memang diperuntukkan untuk jualan UMKM, penggiat usaha makanan dan minuman, F&B creator yang tentunya sudah lolos QC sehingga bisa ikut berjualan di Tukoni.id," ucap pria yang kerap disapa Eri ini.

Eri juga menambahkan beberapa kriteria di antaranya adalah siap dengan produksi atau produknya selalu tersedia dan untuk sementara ini lebih banyak dipilih makanan beku.

Menurut Eri, Tukoni selain sebagai marketplace juga membantu promo, memberi masukan dan membuatkan desain kemasan sebagai bagian peningkatan kualitas produk UMKM sehingga lebih mudah terlihat. 

Seperti yang terlihat dari unggahan sosial media Tukoni, produk-produk para UMKM dikemas lebih menarik termasuk diubah menjadi frozen food.

3. Ada keuntungan khusus bagi para UMKM dan konsumen Tukoni

Selain itu Eri juga menambahkan bahwa ada program dari Tukoni bernama Beli Dagangan Langganan (BDL) untuk meningkatkan penjualan usaha yang terdampak COVID-19.

"Kami akan menyeleksi satu produk setiap bulan dan akan kami beli untuk dibagikan kepada para kolega dan juga dipakai sebagai bonus pembelian. Dan pada saatnya kami akan membuka pesanan pembelian produk tersebut untuk dapat meningkatkan penghasilan dari para usaha langganan. Result setelah kami naikkan citra kemasannya untuk BDL Mei (start jual 28 Mei-hari ini 26 hari) animonya luar biasa penjualan bagus dengan konsumen yang lebih luas hingga luar kota," tutur Eri.

Eri juga menambahkan keuntungan bagi konsumen, yaitu jadi bisa beli bermacam-macam produk dan dikirim menjadi satu sehingga konsumen lebih hemat biaya pengiriman. Saat ini para konsumen bisa memesan melalui Instagram dan web atau mengunjungi workshop Tukoni di kawasan Ruko Rafflesia, Babarsari.

4. Sempat viral, akhirnya Tukoni menjalin kerja sama resmi dengan Mie Ayam Bu Tumini

Frozen Food, Cara Baru Melepas Rindu pada Kuliner Hits JogjaInstagram.com/yuktukoni

Beberapa waktu lalu Tukoni juga sempat viral karena mengeluarkan produk Mie Ayam Bu Tumini versi frozen food yang kemudian ditarik kembali karena belum terjalin kesepakatan antar kedua belah pihak. Namun kini Tukoni dan Mie Ayam Bu Tumini sudah menjalin kerja sama resmi.

"Pada prinsipnya dari awal kami mengajak semua pengusaha makanan minuman untuk bisa bersama-sama terlibat di Tukoni, dari hal itu kami membuka komunikasi ke semua pihak dan minggu lalu kami buka komunikasi lagi dan bersepakat dengan keluarga Mie Ayam Bu Tumini untuk membuat kemasan baru dan sekarang sudah bisa dibeli melalui Tukoni," ungkap Eri.

Eri juga menambahkan bahwa Tukoni tidak mempunyai kepentingan lain selain untuk membantu penjualan semua pengusaha, dan jika produknya perlu dikemas ulang maka pihak Tukoni akan melakukan hal itu dengan iktikad baik dan tujuan yang lebih besar termasuk dengan Mie Ayam Bu Tumini.

5. Menurut Eri, Frozen Food akan tetap diminati pasca pandemik

Frozen Food, Cara Baru Melepas Rindu pada Kuliner Hits JogjaRevo Suladasha dan Erikuncoro, founder Tukoni - Dok. pribadi Tukoni

Eri juga menuturkan bahwa frozen food ini tidak hanya menjadi tren saat pandemik corona, namun ke depannya juga masih akan diminati.

"Saya pikir frozen food tetap akan menjadi trend kedepan tergantung apa yang disajikan, seperti kami coba menghadirkan makanan-makanan hits jogja yang bisa dikirim ke luar kota. Selain itu kami menyediakan tempat belanja ini agar keluarga bisa lebih hemat di kondisi saat ini, jadi keluarga bisa sekali belanja di satu tempat untuk stok makanan dengan satu kali antar, ini berbeda dengan jika berbelanja di food online lainnya yang beli satu produk satu kali antar sehingga masing-masing di setiap keluarga melakukan pemborosan dan cenderung individual dalam memesan makanan," ungkapnya.

Frozen food dari Tukoni dapat bertahan di suhu ruangan selama 8 jam, di lemari es maksimal 3 hari, dan di freezer hingga 1 bulan.

Baca Juga: Kreatif! Perajin Batik di Kulon Progo Ciptakan Batik Motif Corona

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya