Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gaung Gumaung 2026 Digelar Lagi, Cek Jadwal dan Harga Tiketnya

Kota Yogyakarta
Gaung Gumaung 2026 Digelar Lagi, Cek Jadwal dan Harga Tiketnya
Penampilan Y-DRA di Gaung Gong 2025 (Dok. Gaung)
  • Gaung Gumaung 2026 berlangsung 7–13 September di sembilan lokasi Yogyakarta, menghadirkan lebih dari 40 penampil dari Indonesia hingga Australia dalam pekan musik elektronik dan eksperimental.
  • Program festival melibatkan 18 kolektif lokal, mencakup pertunjukan funkot, improvisasi, musik klasik-elektronik, ruang publik Gaung Diskotek, serta kegiatan musik di Titik Nol, Wijilan, bus, dan lokasi lain.
  • Hampir seluruh acara gratis; tiket hanya berlaku untuk Noise In The Bus Rp15.000 dan Klub Menepi #9 mulai Rp100.000, penutup ecological rave 12–13 September di kawasan Merapi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Festival musik elektronik GAUNG kembali menyapa Yogyakarta lewat Gaung Gumaung 2026. Setelah sukses digelar tahun lalu, pekan musik elektronik ini hadir untuk edisi keduanya dengan skala yang makin luas, menyebar ke sembilan lokasi berbeda di Jogja selama tujuh hari penuh.

Mulai dari titik ikonik Titik Nol Kilometer, kampung Wijilan, bus yang berkeliling kota, sampai hutan bambu di kawasan Merapi, festival ini bakal menghadirkan lebih dari 40 penampil dari berbagai kota di Indonesia hingga mancanegara. Penasaran apa itu Gaung dan gimana keseruan Gaung Gumaung 2026? Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini!

  1. 1. Apa itu Gaung dan Gaung Gumaung 2026?

    Kirab Hiphop Nusantara di Gaung Gumaung 2025 - foto oleh Ibnu Prawoto.jpg
    Kirab Hiphop Nusantara di Gaung Gumaung 2025. (Dok. Gaung)

    GAUNG merupakan proyek musik elektronik dan eksperimental yang digagas pada 2024 oleh tiga produser sekaligus kurator asal Yogyakarta, yaitu Ari Wulu, Andreas Siagian, dan Wok The Rock. Ketiganya sudah malang melintang di skena musik elektronik dan eksperimental sejak akhir 1990-an lewat berbagai kolektif seperti Komunitas Gayam 16, Instrumentasia, dan Yes No Klub. Mulai 2025, dua nama baru yaitu musisi Leilani Hermiasih dan seniman Uma Gumma turut bergabung sebagai tim programmer.

    GAUNG berperan sebagai wadah sekaligus penghubung bagi ekosistem musik elektronik di Indonesia. Sepanjang enam bulan, program GAUNG mencakup beberapa rangkaian acara seperti Gaung Ignition, Gaung Rumakit, Gaung RTFM, Salon Gaung, dan Gaung Sintesa, yang semuanya bermuara pada puncak acara bertajuk Gaung Gumaung.

    Nah, Gaung Gumaung 2026 sendiri merupakan edisi kedua yang digelar pada 7-13 September 2026. Festival ini menyebar di sembilan lokasi berbeda di Yogyakarta, mulai dari Titik Nol Kilometer, kampung Wijilan, bus yang berkeliling kota, sampai hutan bambu di kawasan Merapi. Ada lebih dari 40 penampil yang berasal dari Yogyakarta, Jakarta, Solo, Pacitan, Purworejo, Purwokerto, bahkan Melbourne dan Sydney yang bakal meramaikan panggung.

    Uniknya, seluruh rangkaian acara ini digarap bareng 18 kolektif dan penyelenggara lokal yang konsisten menghidupkan skena musik elektronik di Jogja. Beberapa program jadi pembeda di edisi tahun ini, di antaranya perayaan musik funkot bareng Prontaxan yang merayakan dua dekade perjalanan genre tersebut, sesi musik improvisasi dengan ansambel perempuan bersama Kombo Lab dan Perempuan Komponis: Forum & Lab, sampai konser musik klasik-elektronik bersama Art Music Today. Festival ini juga bakal ditutup dengan aksi penanaman pohon sorghum dan gayam di bekas lahan tambang pasir kawasan Merapi bareng Klub Menepi.

    Selama 7-11 September, GAUNG juga menyediakan satu titik kumpul publik gratis bernama Gaung Diskotek yang berlokasi di Langgeng Art Foundation. Di sana, pengunjung bisa mampir ke toko rilisan musik yang dikelola Jogja Record Store Club, nongkrong di listening room garapan Suara Dewandaru, sampai melihat pameran instrumen elektronik buatan lokal yang dikurasi Instrumentasia. Selain itu, ada juga lokakarya pembuatan pedal gitar dan sesi dengar bareng musisi tamu dari dalam maupun luar negeri.

    Ihwal tiket, kabar baiknya hampir seluruh program di Gaung Gumaung 2026 bisa dinikmati secara gratis. Hanya ada dua acara berbayar, yaitu Noise on the Bus dengan tiket Rp15.000 yang dibayar tunai, dan Klub Menepi #9 dengan harga mulai Rp100.000 tergantung paket yang dipilih.

  2. 2. Klub Menepi #9 jadi penutup Gaung Gumaung 2026 dengan konsep ecological rave

    Tangkapan unggahan Klub Menepi edisi kesembilan dari akun Instagram @klubmenepi, bertajuk Klub Menepi #9.
    Klub Menepi #9 (instagram.com/klubmenepi)

    Salah satu program yang paling dinanti di Gaung Gumaung 2026 adalah Klub Menepi #9. Klub Menepi sendiri awalnya cuma komunitas kumpul-kumpul santai yang terbentuk sejak 2022, lalu berkembang menjadi komunitas musik informal yang menghubungkan musik, orang-orang, seni, dan lanskap alam dalam satu ruang bersama.

    Pada penyelenggaraan kali ini, Klub Menepi #9 digelar pada 12-13 September 2026 dari sunset hingga sunrise, berlokasi di kawasan hutan bambu yang tengah dipulihkan oleh warga setempat dari bekas area tambang pasir di Yogyakarta. Sejumlah nama bakal mengisi panggung, di antaranya Babon, b.u.k.t.u. x Frau, Clandestin, DJ Lotek, The Freak Show, Headbanger, Himpunan Noise Jebret, Interiot, Italian Bed, KHÆMR, KRONG, Marlina Shinta, Moctar, Mooslec, sampai RARAWK.

    Menariknya, Klub Menepi #9 bukan sekadar pesta musik semalam suntuk. Peserta bakal diajak ikut kegiatan restorasi lahan bareng warga sekitar, trekking, eksplorasi bekas terowongan tambang, api unggun, sampai bermalam di ruang terbuka. Anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) juga akan hadir sebagai narasumber dalam workshop, berbagi cerita dan pengetahuan seputar hutan, bambu, pemulihan lahan, serta cara merawat lanskap sekitar. Bagi Klub Menepi, hutan bukan cuma jadi latar belakang rave, melainkan ruang tempat musik, pengetahuan ekologis, dan partisipasi komunitas bisa bertemu dalam satu momen.

    Selain itu, KM9 juga bakal jadi ajang musik dengan dua panggung sekaligus. Panggung kedua akan diisi Post Party Syndroma yang menggelar Introvert Club #23 pada Sabtu sore, 12 September 2026. Kolaborasi lintas komunitas ini melanjutkan semangat Klub Menepi buat mempertemukan berbagai kelompok dan bentuk produksi budaya, seperti yang pernah terjadi pada edisi sebelumnya ketika Klub Menepi terlibat dalam proses produksi film Lyrical Vengeance karya sutradara Wendelien van Oldenborgh yang rencananya rilis tahun ini.

    Buat kamu yang mau ikutan, tiket Klub Menepi #9 dibanderol mulai Rp100.000 tergantung paket yang dipilih. Jadi, siap-siap menepi dari rutinitas dan rasakan sendiri perpaduan musik, alam, dan komunitas di Klub Menepi #9!

  3. 3. Jadwal lengkap acara Gaung Gumaung 2026

    Kuntari di Gaung Gong 2025 - foto oleh Ibnu Prawoto.jpg
    Penampilan Kuntari di Gaung Gong 2025 (Dok. Gaung)

    Biar gak ketinggalan momen serunya, ini dia rangkuman jadwal lengkap Gaung Gumaung 2026 beserta lokasi dan harga tiketnya.

    • Senin, 7 September 2026 – Sedulur Papat Lima Pancer, pukul 16.00-21.00 WIB di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Acara ini merupakan perhelatan hip-hop yang mempertemukan musisi dari lima kabupaten/kota di DIY, diselenggarakan oleh Jumat Gombrong. Tiket gratis.
    • Selasa, 8 September 2026 – Tuesday Louder Vol. 134, pukul 16.00-23.00 WIB di kawasan Wijilan. Pertunjukan musik elektronik yang digarap bareng warga kampung Wijilan ini diselenggarakan oleh Tuesday Louder. Tiket gratis.
    • Rabu, 9 September 2026 – Gaung Gong: Zona Pedot 0.4-Ultra Funkot, pukul 22.00-03.00 WIB di Liquid Club. Acara kurasi bareng Prontaxan ini menghadirkan tokoh-tokoh yang membangun skena funkot nasional selama dua dekade terakhir. Tiket gratis.
    • Kamis, 10 September 2026 – Ada tiga acara sekaligus. Pertama, Noise In The Bus pukul 15.00-17.00 WIB, performans musik keliling kota di dalam bus yang diselenggarakan Jogja Noise Bombing dengan tiket Rp15.000 tunai. Kedua, Perempuan Kom(b)onis pukul 16.00-18.00 WIB di Hörbiss, Yats Colony lantai 2, konser improvisasi dengan ansambel perempuan garapan Kombo Lab dan Perempuan Komponis: Forum & Lab, gratis. Ketiga, Mantrijeron Elektrik 23 pukul 20.00-23.00 WIB di Substore 10A, sesi DJ yang dikelola Substore 10A, gratis.
    • Jumat, 11 September 2026 – October Meeting, pukul 15.00-22.00 WIB di Talujala. Acara ini merupakan pertemuan tahunan komponis, musisi, peneliti, dan mitra akademik dari berbagai kota yang diselenggarakan Art Music Today, sekaligus jadi panggung perdana karya kolaborasi Gaung Sintesa antara nū dan Rangga Purnama Aji. Tiket gratis.
    • Senin-Jumat, 7-11 September 2026 – Gaung Diskotek, pukul 13.00-21.00 WIB di Langgeng Art Foundation. Ruang publik ini berisi toko rilisan, listening room, perpustakaan musik, pameran arsip sejarah musik elektronik Indonesia, hingga pameran instrumen elektronik lokal bertajuk GAUNGRACK. Tiket gratis.
    • Sabtu-Minggu, 12-13 September 2026 – Klub Menepi #9, mulai pukul 16.00 WIB hingga siang keesokan harinya di kawasan Merapi yang lokasi persisnya dirahasiakan. Acara ini merupakan perkemahan dua hari yang memadukan musik dansa elektronik dengan aktivisme lingkungan, diselenggarakan Klub Menepi dan Post Party Syndroma. Tiket mulai Rp100.000, tergantung paket.

    Itulah rangkuman lengkap seputar Gaung Gumaung 2026, mulai dari profil festival, jadwal acara, sampai informasi Klub Menepi #9 yang jadi penutup rangkaian acara. Yuk, catat tanggalnya dan jangan sampai kelewatan keseruan pekan musik elektronik terbesar di Jogja ini!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More