Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

8 Rekomendasi Museum di Jogja untuk Mengisi Akhir Pekan, Edukatif!

8 Rekomendasi Museum di Jogja untuk Mengisi Akhir Pekan, Edukatif!
Museum Benteng Vredeburg (unsplash.com/fakhrilabib)
Intinya Sih
  • Artikel ini merekomendasikan delapan museum di Yogyakarta sebagai destinasi akhir pekan yang edukatif dan seru, mulai dari museum sejarah, seni, budaya hingga kuliner seperti Museum Cokelat Monggo.
  • Setiap museum menawarkan pengalaman unik, seperti koleksi sejarah di Sonobudoyo dan Keraton, arsitektur khas Ullen Sentalu, hingga karya seni maestro di Museum Affandi.
  • Banyak museum menyediakan aktivitas interaktif seperti workshop membatik, pembuatan cokelat, serta atraksi visual modern yang membuat kunjungan lebih menarik bagi wisatawan muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Gak harus nunggu libur panjang buat healing ke museum. Akhir pekan biasa aja sebenarnya udah cukup buat kamu keliling Jogja dan menikmati sisi lain kota ini yang kaya budaya dan sejarah. Kabar baiknya, Jogja punya banyak pilihan museum yang bisa jadi tujuan kamu di Sabtu atau Minggu, mulai dari yang penuh koleksi bersejarah sampai yang menawarkan pengalaman interaktif dan seru.

Museum di Jogja juga gak melulu soal belajar sejarah yang serius. Banyak di antaranya justru cocok buat sekadar jalan-jalan santai, foto-foto, atau mencoba workshop yang seru. Jadi buat kamu yang bingung mau ngapain akhir pekan ini, coba mampir ke salah satu museum berikut ini.

1. Museum Sonobudoyo

Museum di Yogyakarta yang cocok dikunjungi untuk libur sekolah adalah Museum Sonobudoyo. Museum ini terletak di sebelah utara Alun-alun Yogyakarta dan tidak jauh dari kawasan Malioboro dan Titik Nol Yogyakarta. Dengan letak yang strategis, Museum Sonobudoyo menjadi destinasi andalan bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah Yogyakarta dan Indonesia secara umum. Di sana, wisatawan dapat melihat kekayaan budaya Indonesia mulai dari era prasejarah hingga moderen. 

Museum Sonobudoyo termasuk museum legendaris di Yogyakarta. Museum ini didirikan pada 6 November 1935 pada saat kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono VIII. Uniknya, museum ini dirancang arsitek Belanda yakni Thomas Karsten yang memadukan budaya Jawa dan Belanda. Museum ini memiliki sekitar 65 ribu koleksi yang terbagi dalam sejumlah ruangan. Beberapa di antaranya adalah ruang wayang, ruang mainan tradisional, ruang batik, dan lain-lain.

Selain melihat koleksi museum, wisatawan juga dapat menikmati fasilitas interaktif di Museum Sonobudoyo. Museum ini dilengkapi dengan bioskop sejarah, wahana virtual reality jemparingan, aula interaktif kapsul masa lalu, workshop membatik, hingga pementasan wayang. 

Lokasi: Jl. Pangurakan No.6, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122

Jam operasional: Selasa - Minggu pukul 08.00-21.00 WIB 

Harga tiket: Rp10 ribu (dewasa), Rp5 ribu (anak-anak)

2. Museum Ullen Sentalu

potret Museum Ullen Sentalu (IDN Times/Dyar Ayu)
potret Museum Ullen Sentalu (IDN Times/Dyar Ayu)

Museum Ullen Sentalu menyimpan sejarah Kerajaan Mataram dengan menyuguhkan pengalaman visual dan spiritual bagi pengunjungnya. Museum ini unik karena mengajak pengunjung untuk merenung dan mengambil makna dari setiap koleksi yang dipamerkan. Hal ini sejalan dengan arti Ullen Sentalu yang merupakan akronim dari pepatah Jawa yakni Ulating Blencong Sejatining Tataraning Lumaku yang artinya cahaya lampu blencong sebagai pelita jalan kehidupan. Museum ini pun menjadi simbol penerangan bagi para pengunjung yang ingin menelusuri perjalanan sejarah dan seni Jawa.

Dari segi bangunan, Museum Ullen Sentalu memiliki arsitektur yang menarik karena mengikuti kontur alam. Museum ini memanfaatkan batu andesit yang merupakan hasil dari tambang lokal dan kayu sehingga menciptakan nuansa vernacular yang harmonis dengan lingkungan sekitar. Sementara itu, museum ini memiliki 9 ruangan tematik di mana beberapa yang terkenal adalah ruang selamat datang, ruang seni tari dan gamelan, serta guwa selo giri. 

Bila datang ke Museum Ullen Sentalu, terdapat sejumlah aturan yang harus ditaati pengunjung. Salah satunya adalah larangan memotret dan merekam video di arema pamer. Pengunjung hanya diizinkan untuk mendokumentasikan kunjungan di spot tertentu seperti di luar museum dan replika relief Borobudur.

Lokasi: Jalan Boyong KM 25, Kaliurang Barat, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta

Jam operasional: Selasa - Minggu pukul 08.30-16.00 WIB

Harga tiket: Rp 30 ribu (dewasa), Rp15 ribu (anak-anak)

3. Museum Keraton Yogyakarta

Berwisata ke Yogyakarta tidak afdal bila tidak mengunjungi Museum Keraton Yogyakarta. Museum ini terletak di dalam kawasan Keraton Ngayogyakarta Hadiringrat. Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan berbagai koleksi keraton yang terbagi dalam 4 bagian yakni Museum Sri Hamengku Buwono IX, Museum Kristal, Museum Batik, dan Museum Pameran Lukisan dan Foto. 

Berbagai koleksi museum yang dapat pengunjung lihat antara lain barang pribadi sultan seperti kamera, piagam, pakaian, hingga mainan tradisional saat kecil. Kemudian di Museum Keraton Yogyakarta juga terdapat koleksi peralatan makan yang terbuat dari kristal. Tak lupa, di sana juga pengunjung dapat melihat koleksi batik yang digunakan dalam tradisi keraton dari mulai Sultan Hamengku Buwono VIII hingga Sultan Hamengku Buwono X. 

Selain itu, Museum Keraton Yogyakarta juga menyimpan kereta pusaka seperti kereta Kyai Garuda Yaksa dan Kyai Jimat. Kereta-kereta ini digunakan dalam upacara penobatan dan acara istimewa. Uniknya, pengunjung juga dapat melihat koleksi kereta melalui teknologi AR dan virtual.

Lokasi: Komplek Keraton Yogyakarta

Jam operasional: Setiap hari pukul 08.00-13.30 WIB kecuali Jumat pukul 08.00-13.00 WIB

Harga tiket: Rp5 ribu

4. Museum Benteng Vredeburg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Fort_Vredeburg,_Yogyakarta,_Indonesia.JPG
Benteng Vredeburg (commons.wikimedia.org/Pras)

Museum di Yogyakarta lainnya yang cocok dikunjungi saat libur sekolah adalah Museum Benteng Vredeburg. Museum ini dulunya merupakan Benteng Rustenburg yang pada masa kolonial dijadikan pangkalan militer Belanda untuk mengawasi Keraton Yogyakarta. Sejak berdiri pada 1760, benteng tersebut mengalami beberapa kali renovasi dan berganti nama menjadi  BentengVredeburg yang artinya Benteng Perdamaian. 

Saat ini, Benteng Vredeburg tak lagi digunakan untuk perang melainkan menyimpan berbagai koleksi sejarah bangsa Indonesia dari mulai era Perang Diponegoro hingga Orde Baru. Di museum ini, pengunjung dapat melihat koleksi senjata, foto, dokumen, dan diorama yang menggambarkan sejarah Indonesia. 

Selain belajar sejarah, pengunjung juga dapat menikmati atraksi air mancur menari yang dipadukan dengan video mapping dan live music. Atraksi ini berlangsung pada malam hari pukul 18.30 dan 20.30 WIB setiap akhir pekan yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu. 

Lokasi: Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122

Jam operasional: Senin-Kamis pukul 08.00-20.00 WIB, Jumat-Minggu pukul 08.00-21.00 WIB

Harga tiket:

  • Rp10 ribu (anak-anak) Rp15 ribu (dewasa) untuk hari Senin-Kamis 
  • Rp15 ribu (anak-anak) Rp20 ribu (dewasa) untuk hari Jumat-Minggu pukul 08.00-15. 30 WIB 
  • Rp20 ribu (anak-anak) Rp25 ribu (dewasa) untuk hari Jumat-Minggu pukul 16.00-21.00 WIB 

5. Museum Affandi

Bagi kamu para pecinta seni, wajib berkunjung ke Museum Affandi. Museum ini memamerkan koleksi karya-karya Maestro Lukis Indonesia, Affandi. Terhitung terdapat lebih dari 300 karya Affandi dan 700 karya seniman Indonesia lainnya seperti Basuki Abdullah, Popo Iskandar, hingga Sudjojono yang hadir di museum ini. Pengunjung juga dapat melihat evolusi gaya dari realisme hingga ekspresionisme dari karya seni di sini.

Museum Affandi memiliki arsitektur yang unik dengan menggunakan atap kayu dan daun kelapa untuk rumah panggung yang dikelilingi berbagai tanaman. Bangunan ini dirancang langsung oleh Affandi dan pembangunannya rampung pada 1962. 

Di dalam museum terdapat tiga galeri utama yakni Galeri 1 yang menampilkan karya lukisan, patung, sketsa, dan benda-benda pribadi Affandi. Kemudian Galeri 2 menyajikan lanskap sketsa dan arsip-arsip perjalanan kesenimanan Affandi. Lalu Galeri 3 berisi karya milik keluarga Affandi dan aktivitas pameran seniman dalam dan luar negeri. 

Selain tiga bangunan utama, Museum Affandi juga menawarkan suasana taman pepohonan yang rindang serta sebuah situs berupa kamar tidur Affandi di lantai atas bangunan Loteng atau rumah panggung. Terdapat juga “Café Loteng” di bawahnya, yang berfungsi sebagai tempat istirahat pengunjung. Di Café Loteng, pengunjung dapat menukarkan tiket masuk mereka dengan soft drink, serta membeli beragam souvenir di Art Shop Museum Affandi.

Lokasi: Jl. Laksda Adisucipto 167 Yogyakarta 55281 

Jam operasional: Senin-Sabtu pukul 09.00-16.00 WIB

Harga tiket: Rp50 ribu

6. Museum Batik

Koleksi batik di Museum Batik Yogyakarta (commons.wikimedia.org/Hernawanwan)
Koleksi batik di Museum Batik Yogyakarta (commons.wikimedia.org/Hernawanwan)

Yogyakarta terkenal dengan kerajinan kain batiknya. Berbagai koleksi batik dapat kamu temukan di Museum Batik Yogyakarta. Museum di Yogyakarta ini merupakan museum keluarga pertama dan terlengkap di Yogyakarta yang didirikan pada 1973 atas inisiatif Hadi Nugroho dan Dewi Sukaningsih. Museum ini diresmikan pada 1979 dan terus eksis hingga hari ini.

Berkunjung ke Museum Batik Yogyakarta, pengunjung dapat menemukan lebih dari 1.200 koleksi batik mulai dari batik tulis, batik cap, serya alat-alat membatik seperti canting, wajan, anglo, hingga pewarna alami. 

Selain itu, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman membatik melalui workshop membatik. Biayanya adalah Rp 40 ribu per jam. Akan tetapi bila ingin belajar lebih lanjut dapat mengambil paket pembelajaran dengan biaya antara Rp 85 ribu - 120 ribu. 

Lokasi: Jl. Dr. Sutomo 13A, Bausasran, Yogyakarta

Jam operasional: Senin-Sabtu pukul 09.00-15.00 WIB

Harga tiket: Rp20 ribu

7. Museum Universitas Gadjah Mada

Salah satu kampus top di Indonesia yakni Universitas Gadjah Mada terletak di Yogyakarta. Di dalam kompleks kampus ini terdapat Museum Universitas Gadjah Mada yang dapat dikunjungi saat libur sekolah. 

Museum Universitas Gadjah Mada berdiri di bekas rumah dinas dosen. Museum ini diresmikan pada 19 Desember 2013. Di dalam museum ini terdapat koleksi sejarah kampus. Selain itu, museum ini juga menjadi pusat studi permuseuman, wahana edukasi, dan ruang publik untuk mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

Museum Universitas Gadjah Mada memiliki enam galeri permanen yang menjelaskan perjalanan UGM dari awal berdiri hingga saat ini. Di sana terdapat ruang pamer utama yang menampilkan artefak seperti lambang asli UGM, peralatan pribadi para tokoh kampus, hingga artefak budaya lokal seperti patung Dewa Wisnu dan batik kawung. 

Lokasi: Kompleks Dosen Bulaksumur D6 & D7, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY

Jam operasional: Senin - Jumat pukul 09.00-15.00 WIB

Harga tiket: gratis

8. Museum Cokelat Monggo

Ruangan dalam Museum Monggo Chocolate (googlemaps/ Gps Wisata Indonesia)
Ruangan dalam Museum Monggo Chocolate (googlemaps/ Gps Wisata Indonesia)

Bagi pecinta cokelat, mengunjungi Museum Cokelat Monggo dapat menjadi pilihan saat berlibur ke Yogyakarta. Museum Cokelat Monggo akan mengajak pengunjung mempelajari pengolahan cokelat mulai dari biji kakao hingga cokelat siap santap.

Museum Cokelat Monggo berdiri sejak 2017. Sebelumnya, produk cokelat Monggo sudah eksis terlebih dahulu sejak 2005. Jika berkunjung ke Museum Cokelat Monggo, pengunjung dapat belihat berbagai gambar dan infografik edukatif tentang cokelat. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat langsung proses pembuatan cokelat Monggo dan membeli cokelat yang sudah jadi di kafe dan toko oleh-olehnya. 

Menariknya, pengunjung juga dapat mengikuti workshop pembuatan cokelat di mana pengunjung diajak untuk mencetak cokelat dari lelehan cokelat untuk kemudian dihias dan dibawa pulang. Di samping itu, pengunjung juga dapat mencicipi biji kakao mentah, nibs, sampai berbagai jenis cokelat berdasarkan kadar kakaonya.

Lokasi: Jl. Tugu Gentong RT 03, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55184

Jam operasional: Setiap hari pukul 10.00-18. 00 WIB

Harga tiket: Rp10 ribu

Itulah kedelapan rekomendasi museum di Jogja yang dapat dikunjungi di akhir pekan. Penasaran dengan koleksi museumnya, yuk langsung datang ke sana!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Latest Travel Jogja

See More