- 20.00 - 21.00 WIB: Kehadiran peserta
- 21.00 - 23.00 WIB: Macapat
- 23.00 - 23.30 WIB: Pembukaan
- 23.30 - 23.50 WIB: Persiapan pemberangkatan
Cara Ikutan Lampah Budaya Mubeng Beteng 1 Suro 2026 di Jogja, Gratis!

- Lampah Budaya Mubeng Beteng 1 Suro 2026 digelar pada 16–17 Juni 2026 di Yogyakarta untuk memperingati Tahun Baru Hijriah dan Tahun Baru Jawa, terbuka gratis bagi masyarakat umum.
- Tradisi ini berupa berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton sejauh sekitar 4 km tanpa berbicara, makan, minum, atau merokok sebagai bentuk laku spiritual dan introspeksi diri.
- Prosesi dimulai dari Kagungan Dalem Kamandungan Lor dengan rangkaian acara macapat hingga tapa bisu, menempuh rute mengitari benteng Keraton dan kembali ke titik awal.
Yogyakarta, IDN Times - Kamu yang tinggal di Jogja atau sedang berkunjung ke sini pada akhir pekan ini, ada tradisi budaya yang sayang untuk dilewatkan. Lampah Budaya Mubeng Beteng 1 Suro 2026 bakal digelar pada Selasa, 16 Juni 2026 malam hingga Rabu, 17 Juni 2026 dini hari. Acara ini memperingati Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1448 H atau Tahun Baru 1 Sura Be-1960 menurut Kalender Jawa.
Acara ini digelar oleh Hajad Kawula Dalem (abdi dalem) Keraton Yogyakarta dan difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini terbuka untuk umum, gratis, dan peserta tidak perlu melakukan registrasi terlebih dahulu.
Table of Content
Apa itu Mubeng Beteng dan tradisi tapa bisu?
Lampah Budaya Mubeng Beteng adalah tradisi tahunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam menyambut malam 1 Suro atau Tahun Baru Islam. Inti dari tradisi ini adalah berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta sepanjang kurang lebih 4 kilometer tanpa berbicara sepatah kata pun, atau dikenal dengan istilah tapa bisu.
Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun sejak zaman Sri Sultan Hamengku Buwono II. Diam dalam prosesi ini bukan sekadar aturan, melainkan sebuah laku spiritual untuk berintrospeksi diri, mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta memohon perlindungan dan keselamatan memasuki tahun baru. Selain larangan berbicara, peserta juga tidak diperkenankan makan, minum, dan merokok selama prosesi berlangsung.
Barisan depan dipimpin oleh para abdi dalem yang mengenakan pakaian tradisional Jawa tanpa alas kaki dan tanpa keris, sambil membawa bendera Merah Putih serta panji-panji perlambang lima kabupaten di DIY. Masyarakat umum dan wisatawan, dari dalam maupun luar negeri, bisa ikut serta di belakang barisan abdi dalem.
Tema Lampah Budaya tahun ini adalah Laku Budaya - Laku Tapa - Laku Syukur.
Rangkaian acara dan aturan peserta

Berikut susunan acara Lampah Budaya Mubeng Beteng 1 Suro 2026 dilansir laman Instagram @dinaskebudayaandiy.
Prosesi tapa bisu diawali dengan lantunan tembang macapat oleh abdi dalem di Kagungan Dalem (KgD) Kamandungan Lor atau Keben. Tembang macapat yang dilantunkan mengandung doa-doa dan harapan baik untuk tahun yang akan datang.
Ada beberapa aturan yang perlu kamu perhatikan sebelum ikut berpartisipasi:
- Berpakaian rapi dan sopan
- Tidak membawa atribut organisasi, komunitas, lembaga, maupun partai tertentu
- Menjaga ketertiban dan kebersihan
Rute Lampah Budaya Mubeng Beteng (Tapa Bisu)
Prosesi dimulai dan diakhiri di titik yang sama, yaitu Kagungan Dalem (KgD) Kamandungan Lor (Keben). Berikut rute lengkapnya:
KgD Kamandungan Lor (Keben) - Jalan Rotowijayan - Jalan Kauman - Jalan H. Agus Salim - Jalan KH. Wahid Hasyim - Jalan Suryowijayan - Jalan MT. Haryono - Jalan Mayjend Sutoyo - Jalan Brigjend Katamso - Jalan Ibu Ruswa - Jalan Pekapalan Alun-alun Utara - Jalan Rotowijayan - kembali ke KgD Kamandungan Lor (Keben).
Lampah Budaya Mubeng Beteng menjadi salah satu cara masyarakat Jogja dan siapa pun yang hadir untuk turut memaknai pergantian tahun Jawa dengan penuh keheningan dan kekhusyukan. Jika kamu ingin ikut, cukup datang ke KgD Kamandungan Lor (Keben) pukul 20.00 WIB.
















