Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal Jogja Sambil Lari, Rebut Hadiah Umrah dan ke Turki

Mengenal Jogja Sambil Lari, Rebut Hadiah Umrah dan ke Turki
Press conference ajang lari Run'nShine 2026. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Intinya Sih
  • Run'nShine 2026 di Yogyakarta menggabungkan olahraga, seni, musik, dan kuliner lokal dengan hadiah utama perjalanan umrah untuk pemenang 10K serta wisata ke Turki bagi pemenang 5K.
  • Acara ini menampilkan konser Barasuara, berbagai expo gaya hidup aktif, serta pameran seni bertema 'Shine Beats' yang melibatkan 18 seniman dengan total 63 karya.
  • Konsep rute lari 5K dan 10K dirancang mengenalkan Yogyakarta melalui lima elemen: Kampus, Komunitas, Keraton, Kampung, dan Korporasi sebagai refleksi identitas kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Kompetisi lari tak lagi sekadar soal mencatat waktu terbaik. Run'nShine 2026 hadir menawarkan pengalaman berlari yang memadukan olahraga, seni, musik, dan kuliner lokal, sekaligus menghadirkan hadiah utama berupa perjalanan ke luar negeri bagi para pemenangnya.

Ajang yang digelar Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM bersama Sirah Travel, Keluarga Alumni Hukum Gadjah Mada (KAHGAMA), Sedekat Imaji Rupa, dan MyRace Sports Organizer ini akan berlangsung pada 18-20 September 2026 di Yogyakarta.

Hadiah utama ke Tanah Suci dan Eropa

Salah satu daya tarik datang dari hadiah utama yang meningkat dibanding tahun sebelumnya. Apabila tahun lalu pemenang dihadiahi untuk terbang umrah dan jalan-jalan ke Bangkok, Thailan, peserta tahun ini peserta punya kesempatan menikmati perjalanan ke salah satu negara di Eropa.

Pemenang kategori 10K berkesempatan memperoleh paket perjalanan umrah, sedangkan pemenang kategori 5K akan mendapatkan paket wisata ke Turki.

Panitia juga masih menyiapkan satu hadiah utama lagi untuk kategori best costume yang masih dirahasiakan.

Tiket lari Run'n Shine 2026 di Yogyakarta dibagi menjadi dua kategori. Untuk 5K adalah Rp250.000, dan 10K adalah Rp290.000. Pendaftaran resmi dibuka sejak Juni 2026 melalui situs Run'n Shine atau platform TIAS.

Setiap tiket sudah termasuk running jersey, BIB (nomor pelari), goodie bag, medali finisher, dan akses ke konser.

Aneka ragam expo, pameran seni dan morning music concert

Run 'n Shine 2025 (gik.ugm.ac.id)
Run 'n Shine 2025 (gik.ugm.ac.id)

Setelah diikuti lebih dari 2.449 pelari pada penyelenggaraan tahun 2025, Run'nShine kembali mengusung konsep Sporty & Artsy atau Olahraga dan Olah Rasa. Selain kategori lari 5K dan 10K, peserta diajak menikmati pengalaman multisensori yang memadukan aktivitas fisik dengan seni, musik, hingga kekayaan kuliner khas Yogyakarta.

Atmosfer festival juga akan semakin semarak dengan penampilan Barasuara dalam Morning Music Concert. Selain itu, pengunjung dapat menikmati Active Lifestyle Expo, Sport Expo, Culinary Expo, serta pameran Mampir Gelanggang yang digelar Galeri Bulaksumur pada 18 September hingga 12 Oktober 2026.

"Nah tahun ini kami juga hadir kembali dengan culinary dan penambahnya adalah sport expo. Jadi ini bisa menjadi wahana kalau misalkan habis beli tiket, ambil race pack gitu ya, terus abis itu bisa berbelanja juga untuk menyiapkan lari," kata Gilang, Head of Program Experience GIK UGM.

Pameran seni melibatkan 18 seniman dengan total 63 karya. Selama pameran berlangsung, berbagai agenda seperti Artist Talk, Gallery Activation, hingga ruang dialog antara seniman, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat turut melengkapi rangkaian acara.

Nuansa seni kembali menjadi ciri khas Run'nShine tahun ini. Panitia menggandeng duo seniman Tempa untuk menghadirkan desain eksklusif pada jersey dan medali resmi bertema "Shine Beats".

Visual tersebut menggambarkan pelari yang menyatu dengan lanskap dan landmark Yogyakarta, menghadirkan perpaduan arca, guci, matahari, elemen alam, serta siluet pelari sebagai simbol energi, budaya, dan kebersamaan.

"Manusia yang utuh adalah mereka yang merawat raga dan rasanya secara berimbang. Semangat tersebut yang dibawa Run'nshine, di mana festival ini merupakan perwujudan olahraga dan olahrasa. Di sini, seni ikut berlari, musik ikut bernapas, dan rasa ikut merayakan, semua bertemu dalam satu ruang perayaan utuh," tutur Galih Satrio, Direktur Sedekat Imaji Rupa.

Mengenal Jogja lewat konsep 5K

Tak hanya menawarkan hadiah, Run'nShine 2026 juga menghadirkan pengalaman mengenal Yogyakarta melalui pendekatan 5K, yakni Kampus, Komunitas, Keraton, Kampung, dan Korporasi. Setiap rute dirancang merefleksikan lanskap khas kota tersebut.

Race Director Run'nShine dari MyRace Sports Organizer, Roostian, menjelaskan lintasan menghubungkan lima elemen pembentuk identitas Yogyakarta, mulai dari kawasan pendidikan, kawasan bersejarah, pusat ekonomi, kampung, hingga ruang publik yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Melalui rute tersebut, peserta diajak menikmati cara baru menjelajahi Yogyakarta sambil berlari.

"Dengan konsep 5K itu startnya (rute). tentu dari kampus, lalu kampung, kampung di tengah kota sebenarnya, sebagai penyokong, rumah kost untuk teman-teman yang masih kuliah. Banyak kampung di sini, ada Sagan segala macam yang masih mencakup rute 5K dan 10K. Keraton tentu, representasinya Tugu Golong Gilik," paparnya.

"Lalu komunitas, titik kumpulnya komunitas banyak banget. Salah satunya itu kalau jaman Belanda dulu ya daerah Kridosono. Terakhir, korporasi, area-area heritage yang berkaitan dengan korporasi. Salah satunya mungkin SCBD-nya Jogja," lanjutnya.

Ketua KAHGAMA, Paripurna P. Sugarda, mengatakan penyelenggaraan Run'nShine merupakan bentuk kontribusi alumni Hukum UGM untuk Yogyakarta melalui kegiatan yang sehat sekaligus kreatif.

"Kegiatan ini bentuk kontribusi nyata kami, para alumni Hukum UGM, untuk Yogyakarta. Kami ingin ikut merawat kebersamaan dan rasa cinta pada kota ini lewat kegiatan yang sehat dan kreatif," ujar Paripurna.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest Travel Jogja

See More