Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kotabaru Heritage Film Festival 2026, Ini Jadwal dan Lokasinya

Kota Yogyakarta
Kotabaru Heritage Film Festival 2026, Ini Jadwal dan Lokasinya
Taklimat Media Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) 2026 di Kota Yogyakarta, Kamis (10/9/2026) sore. (Dok. KHFF)
  • Kotabaru Heritage Film Festival 2026 berlangsung 17–19 September di Cagar Budaya Kotabaru, Yogyakarta, memasuki edisi keempat dengan tema Contextualization tentang pemaknaan warisan budaya dalam konteks zaman.
  • Pembukaan digelar di Pasar Terban melalui Jelajah Kotabaru dan Becak Drive-In Cinema yang sudah sold out; program 18–19 September berpusat di Gedung PDIN Yogyakarta.
  • Festival menghadirkan 15 film kompetisi dari 184 pendaftar, program panorama, film arsip dan eksperimental, diskusi, workshop stop motion, serta penampilan Sawung Jabo & Sirkus Barock.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) 2026 siap digelar pada 17-19 September di kawasan Cagar Budaya Kotabaru, Yogyakarta. Ajang tahunan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta ini memasuki edisi keempat, menghadirkan rangkaian pemutaran film, diskusi, workshop, hingga pertunjukan musik yang mengangkat tema warisan budaya.

Acara berpusat di dua lokasi, yaitu Pasar Terban untuk pembukaan dan Gedung PDIN Yogyakarta untuk program pemutaran film selama dua hari berikutnya. Sebelum berangkat, baca dulu informasi lengkapnya, mulai dari sejarah KHFF, program-programnya, hingga jadwal lengkap acaranya.

  1. 1. Apa Itu Kotabaru Heritage Film Festival?

    Dokumentasi arsip Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) sebagai bagian dari koleksi penyelenggaraan festival.
    Arsip Kotabaru Heritage Film Festival. (Dok. KHFF)

    KHFF pertama kali digelar pada 2023 dan sejak itu rutin diadakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menghidupkan kembali kawasan Kotabaru. Kotabaru sendiri merupakan satu dari enam kawasan cagar budaya di Yogyakarta, berdampingan dengan Kotagede, Keraton, Malioboro, Pakualaman, dan Imogiri, sesuai penetapan Gubernur DIY lewat SK Nomor 186 Tahun 2011.

    Kawasan ini awalnya dibangun pada awal abad ke-20 sebagai permukiman modern bergaya garden city untuk para pejabat Eropa di masa kolonial Belanda. Selain menyimpan banyak bangunan bergaya arsitektur Indis, mulai dari rumah tinggal, gereja, sampai sekolah, Kotabaru juga jadi saksi Pertempuran Kotabaru pada 7 Oktober 1945, ketika rakyat Yogyakarta berjuang mengusir tentara Jepang.

    Setiap tahun, KHFF mengusung tema besar yang berjenjang, mulai dari Introduction, Interaction, Positioning, hingga tahun ini, Contextualization. Lewat tema tersebut, panitia ingin menegaskan bahwa warisan budaya bukan sesuatu yang berhenti di masa lalu, melainkan terus bergerak dan dimaknai ulang sesuai konteks zaman.

  2. 2. Beragam program dalam KHFF 2026

    Dokumentasi arsip Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) dari penyelenggaraan hari pertama festival.
    Arsip Kotabaru Heritage Film Festival. (Dok. KHFF)
    • Becak Drive-In Cinema: Pemutaran film di ruang terbuka Pasar Terban dengan becak listrik sebagai "kursi bioskop". Kuotanya sangat terbatas, hanya 50 becak, dan statusnya sudah sold out.
    • Jelajah Kotabaru: Tur kawasan cagar budaya menggunakan becak listrik sebelum Drive-In Cinema dimulai, terbagi dua rute. Rute Toleransi berhenti di Masjid Syuhada, Gereja HKBP, dan Gereja Katolik St. Antonius Padua, sementara Rute Perjuangan dimulai dari SMAN 3 Yogyakarta sambil merespons sejarah Pertempuran Kotabaru.
    • Program Kompetisi: Terbagi dalam tiga kategori, yaitu Mahaditya (suara independen pembuat film), Karyanagri (representasi negara/pemerintah yang berkolaborasi dengan masyarakat), dan Purwaseswa (sudut pandang pelajar). Masing-masing kategori menampilkan lima film, total 15 film yang tersaring dari 184 submission.
    • Program Panorama: Empat film non-kompetisi yang mengangkat cerita tentang tradisi, keluarga, dan identitas di tengah perubahan zaman.
    • Heritage in Indonesian Cinema: Pemutaran film arsip lama, yaitu Ibunda karya Teguh Karya dan Kantata Takwa karya Erros Djarot dan Gotot Prakosa, sebagai upaya menghidupkan kembali memori kolektif lewat sinema.
    • Heritage in Experimental Cinema: Lima film eksperimental hasil co-production Indonesia-Belanda yang mengangkat isu repatriasi benda budaya, ditayangkan dalam dua sesi, "Beyond Provenance" dan "After the Flame & Afterlives".
    • KHFF EduScreen: Program khusus untuk sekolah, kampus, dan komunitas yang ingin mendaftar berombongan, dengan fasilitas e-sertifikat dari Dinas Kebudayaan dan snack kit untuk peserta.
    • Heritage Forum dan Talks: Diskusi bersama kurator Zaki Habibi lewat Heritage Talk, serta sesi Director Talks bersama sutradara Para Perasuk, Wregas Bhanuteja.
    • Heritage Workshop: Stop Motion: Lokakarya membuat animasi manual untuk anak-anak dan keluarga.
    • Closing Night: Penampilan musik Sawung Jabo & Sirkus Barock, sekaligus merayakan 50 tahun perjalanan Sirkus Barock dan usia Sawung Jabo yang genap 75 tahun.

  3. 3. Jadwal Lengkap KHFF 2026

    Arsip dokumentasi Kotabaru Heritage Film Festival yang tersimpan dalam koleksi penyelenggara festival.
    Arsip Kotabaru Heritage Film Festival. (Dok. KHFF)

    Kamis, 17 September 2026 – Pasar Terban

    • 16.00 WIB: Jelajah Kotabaru (Heritage Tour dengan becak listrik)
    • 18.30 WIB: Opening Night, Becak Drive-In Cinema dengan pemutaran film pembuka Para Perasuk (Wregas Bhanuteja, 119 menit) – kuota 50 becak, sudah sold out

    Jumat, 18 September 2026 – Gedung PDIN Yogyakarta

    • 13.00 WIB: Kompetisi Purwaseswa (Ruang Audiovisual) dan Program Panorama (Ruang Seminar)
    • 15.00 WIB: Kompetisi Karyanagri (Ruang Audiovisual)
    • 18.00 WIB: Heritage in Experimental Cinema #1, "Beyond Provenance" (Ruang Seminar)
    • 19.15 WIB: Heritage in Indonesian Cinema #1, pemutaran Ibunda (Ruang Audiovisual) dan Heritage in Experimental Cinema #2, "After the Flame & Afterlives" (Ruang Seminar)

    Sabtu, 19 September 2026 – Gedung PDIN Yogyakarta

    • 13.00 WIB: Kompetisi Mahaditya (Ruang Seminar)
    • 16.00 WIB: Heritage in Indonesian Cinema #2, pemutaran Kantata Takwa (Ruang Seminar)
    • Malam hari: Closing Night, penampilan Sawung Jabo & Sirkus Barock

    Selain jadwal di atas, Director Talks bersama Wregas Bhanuteja dan Heritage Talk bersama Zaki Habibi juga berlangsung selama festival, meski jadwal jam tayangnya belum dirilis resmi oleh panitia.

    Seluruh rangkaian KHFF 2026 tidak dipungut biaya alias gratis. Informasi terbaru soal KHFF 2026 bisa dipantau lewat Instagram @kotabaruheritagefilmfestival atau situs khffest.id. Jadi, siap-siap kosongkan jadwalmu dan ikuti keseruannya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More