Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cerita Petugas TPR Parangtritis Hadapi Dalih Wisatawan Hindari Retribusi

Cerita Petugas TPR Parangtritis Hadapi Dalih Wisatawan Hindari Retribusi
TPR Pantai Parangtritis Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)
Intinya Sih
  • Petugas TPR Parangtritis menghadapi tantangan menarik retribusi wisatawan, terutama saat libur Lebaran dan akhir tahun demi mencapai target PAD Bantul.
  • Banyak wisatawan beralasan klasik hingga nekat menerobos pos retribusi untuk menghindari pembayaran, membuat petugas harus bersabar dan tetap profesional.
  • Petugas berharap pemerintah memperbaiki sarana prasarana TPR agar penarikan retribusi lebih optimal serta mendukung peningkatan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bantul, IDN Times - Pantai Parangtritis di Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul menjadi salah satu penyumbang utama pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi wisata.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi petugas pemungut retribusi untuk mengoptimalkan penarikan tiket masuk wisatawan agar target PAD tercapai.

Salah satu petugas pemungut retribusi di tempat pemungutan retribusi (TPR) Pantai Parangtritis, Awal, mengatakan momen libur Lebaran dan akhir tahun menjadi periode kerja intensif bagi petugas.

"Ya itu tugas yang harus kita lakukan seperti libur Lebaran saat ini. Bagaimana kita bekerja menarik retribusi masuk objek wisata semaksimal mungkin," ujarnya, Rabu (25/3/2026).

1. ‎Permasalahan klasik yang dihadapi petugas TPR dengan wisatawan

IMG-20251001-WA0027.jpg
TPR Induk Pantai Parangtritis yang baru. (IDN Times/Daruwaskita)

Awal mengatakan tugas sebagai petugas penarik retribusi di lapangan tidak selalu berjalan mudah. Ia kerap menghadapi wisatawan yang enggan membayar retribusi hingga memicu perdebatan.

"Jadi kalau libur Lebaran itu alasannya klasik, mau silaturahmi ke keluarganya di Parangtritis namun ketika kita tanya lebih dalam wisatawan itu tak bisa menjawab dan akhirnya marah-marah," ujarnya, Rabu (25/3/2025).

2. ‎Memilih bersabar dengan wisatawan yang nekat menerobos dan enggan bayar restribusi

IMG-20251001-WA0025.jpg
TPR Induk Pantai Parangtritis yang baru. (IDN Times/Daruwaskita)

Awal mengatakan masih ada wisatawan yang nekat menerobos tempat pemungutan retribusi (TPR), meski di lokasi juga terdapat petugas dari Polri dan TNI.

"Ya kalau nekat menerobos tentunya kita mengalah saja daripada celaka tertabrak kendaraan bermotor," ungkapnya.

Meski menghadapi berbagai kendala, ia mengaku tetap bersabar saat menjalankan tugas, termasuk saat menghadapi wisatawan yang menilai tarif retribusi terlalu mahal.

"Ya yang penting kita bekerja secara maksimal saja, untuk hasilnya dan evaluasi kinerja kita serahkan ke pimpinan kita," ucapnya.

3. ‎Enggan bayar retribusi karena ingin ke Gunungkidul atau Pacitan

IMG-20260216-WA0007.jpg
Petugas pemungut retribusi di TPR Pantai Parangtritis. (IDN Times/Daruwaskita)

Senada dengan Awal, petugas pemungut retribusi di TPR Parangtritis, Roni, mengatakan berbagai modus dilakukan wisatawan untuk menghindari pembayaran retribusi. Hal itu, menurutnya, sudah dipahami petugas di lapangan.

"Ada yang bilang mau ke Gunungkidul, mau ke Pacitan tapi ternyata hanya berkunjung ke Pantai Parangtritis," ungkapnya.

Roni juga menilai fasilitas TPR Parangtritis saat ini belum representatif untuk mendukung penarikan retribusi secara optimal.

"Kalau kita punya lokasi TPR khusus tentunya kita lebih nyaman dalam bekerja dan hasilnya lebih maksimal. Ini bukannya kita mengeluh namun kondisi itu juga diketahui oleh Kepala Dinas Pariwisata hingga Bupati Bantul," tandasnya.

4. ‎PAD dari sektor pariwisata untuk menambah sarpras di TPR‎

IMG-20260215-WA0012.jpg
Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis, Rohmad Ridwan. (IDN Times/Daruwaskita)

Koordinator TPR Pantai Parangtritis, Rohmad, mengakui berbagai tantangan yang dihadapi petugas di lapangan dalam menjalankan tugas penarikan retribusi demi mencapai target PAD.

"Saya kira orang yang kerja di lapangan mengetahui kondisinya. Bagaimana suka duka rekan-rekan saya dalam melaksanakan tugasnya," ucapnya.

Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan keberadaan TPR, termasuk sarana dan prasarana pendukung. "Saya berharap dengan PAD dari sektor pariwisata ini ke depan keberadaan TPR termasuk sarana dan prasarana lebih diperhatikan pemerintah," tambahnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest Travel Jogja

See More