Salah satu kunci keberhasilan PSS Sleman musim ini adalah memiliki kedalaman skuad yang solid. Terlebih, kepercayaan diri pemain Super Elja ikut meningkat di bawah kepelatihan Ansyari Lubis. Juru taktik berusia 55 tahun itu terbilang sukses dalam menyatukan visi dan misi antarpemain pada tiap laga.
PSS tidak memiliki skuad yang terlalu timpang di Championship 2025/2026. Ini artinya semua pemain memiliki kontribusi cukup besar untuk tim di atas lapangan. Namun, tak dimungkiri ada beberapa pemain yang memiliki peran paling krusial.
Sebut saja Lucas Gama, Fachruddin Aryanto, dan Kevin Gomes. Peran ketiganya hampir tidak tergantikan di barisan belakang PSS Sleman. Sedangkan, duet Dominikus Dion dan Frederic Injai terlihat menonjol di lini tengah. Dion membukukan 2.207 menit bermain (dalam 26 laga) dengan sumbangsih 2 gol di Championship 2025/2026. Sedangkan Frederic menyumbang 9 gol dari 23 penampilan bersama PSS.
Belum lagi, determinasi Gustavo Tocantins tak bisa dipandang sebelah mata. Penyerang asing berdarah Brasil itu menjadi mesin gol PSS Sleman dengan torehan 24 gol dari 26 pertandingan. Ini menjadikan Gustavo sebagai top skor tim sekaligus menyabet penghargaan individu Pemain Terbaik Championship 2025/2026.
PSS Sleman dipastikan kembali berkompetisi di kasta tertinggi Super League Indonesia 2026/2027. Ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan bagi seluruh penggemar Super Elja. Mampukah PSS Sleman bersaing pada musim depan?