Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dee Snider Takjub Lagunya Jadi Chant Suporter PSS Sleman
Suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS). (instagram.com/bcsxpss.1976)
  • Dee Snider, vokalis Twisted Sister, mengungkapkan rasa takjub setelah melihat suporter PSS Sleman menyanyikan lagu terkenalnya di Stadion Maguwoharjo yang viral di media sosial.
  • Lagu 'We're Not Gonna Take It' dirilis tahun 1984 dan menjadi anthem global karena liriknya universal, menjadikannya salah satu lagu heavy metal paling sering dilisensikan sepanjang masa.
  • Chant tersebut terjadi saat laga PSS Sleman vs Persis Solo pada Juli 2023, menampilkan kreativitas Brigata Curva Sud yang dikenal dengan energi tinggi dan adaptasi lagu populer di tribun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebuah video lama yang beredar di media sosial kembali ramai dibicarakan karena di-notice oleh legenda rock dunia. Dee Snider, vokalis ikonik band glam metal Twisted Sister, mengungkapkan rasa takjub sekaligus bangganya setelah menyaksikan ribuan suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS), menyanyikan salah satu lagu terbesar dalam kariernya di tribun Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Lagu yang dimaksud adalah ''We're Not Gonna Take It'', anthem glam metal yang dirilis pada 1984. Melalui akun X miliknya pada 27 April 2026, Dee Snider menuliskan ungkapan yang menggambarkan betapa besarnya makna momen tersebut baginya: bahwa lagu yang ia tulis ternyata jauh melampaui imajinasi penciptanya sendiri.

1. Siapa Dee Snider dan band Twisted Sister?

Dee Snider, vokalis Twisted Sister (commons.wikimedia.org/Alfred Nitsch)

Dee Snider lahir dengan nama David Daniel Snider pada 15 Maret 1955 di Massapequa, Long Island, New York. Ia bergabung dengan Twisted Sister pada awal 1976 dan sejak saat itu menjadi satu-satunya penulis lagu di band tersebut.

Twisted Sister sendiri adalah band heavy metal asal Amerika yang terbentuk pada 1972 di Ho-Ho-Kus, New Jersey, dan kemudian berbasis di Long Island, New York. Band ini paling dikenal lewat dua lagu besarnya: 'We're Not Gonna Take It' dan I Wanna Rock. Selain musiknya, Twisted Sister juga diingat karena gaya rambut dan penampilan androgyn mereka dengan riasan tebal, sebuah identitas yang menempatkan mereka dalam barisan ikon hair metal era 1980-an.

Di luar dunia musik, Dee Snider juga dikenal sebagai sosok vokal di industri hiburan. Ia melawan Tipper Gore dan kelompok pengawas PMRC (Parents Music Resource Center) yang berusaha melarang album Twisted Sister, dan bersaksi di depan Kongres Amerika Serikat demi membela hak kebebasan berekspresi para musisi. Kariernya pun meluas ke akting, radio, dan berbagai proyek kreatif lainnya.

2. Sejarah lagu 'We're Not Gonna Take It' yang jadi chant BCS

ilustrasi suporter sepak bola (pexels.com/Bernhard Oberle)

Di awal 1980-an, Dee Snider menulis chorus untuk sebuah anthem rock keras yang ia yakini bakal jadi sesuatu yang "monster." Butuh tiga tahun untuk menyempurnakan aransemennya, tapi ''We're Not Gonna Take It'' akhirnya benar-benar menjadi anthem yang sangat populer.

Album Stay Hungry yang terbit pada 10 Mei 1984 menjadi rekaman tersukses Twisted Sister. ''We're Not Gonna Take It'' meraih posisi nomor 2 di tangga lagu Inggris dan nomor 21 di Billboard Hot 100 Amerika.

Soal asal muasal lagu ini, Snider pernah bercerita bahwa ia sengaja menulis lirik yang tidak terlalu spesifik. Snider mengungkapkan bahwa ia ingin agar siapa pun bisa menempatkan situasi mereka sendiri ke dalam lagu itu, dan itulah yang membuat lagu ini bertahan lintas generasi dan lintas konteks.

Hasilnya memang terbukti. Menurut gitaris Jay Jay French, 'We're Not Gonna Take It' kini menjadi lagu yang paling banyak dilisensikan dalam seluruh sejarah musik heavy metal. Lagu ini sudah muncul di puluhan acara TV, film, dan iklan dari sekitar 40 perusahaan besar dunia.

3. Chant BCS dikumandangkan saat PSS vs Persis di 2023

Suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS). (instagram.com/bcsxpss.1976)

Chant 'We're Not Gonna Take It' yang viral itu terjadi pada pertandingan pekan kedua BRI Liga 1 2023/2024, saat PSS Sleman menjamu Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat 7 Juli 2023. Kedua tim saling balas gol hingga laga berakhir imbang 2-2. Gol-gol PSS dicetak oleh Ricky Cawor dan Wahyudi Hamisi, sementara Persis Solo membalas lewat Fernando Rodriguez dan Eky Taufik.

Meski hasil akhirnya seri, atmosfer di tribun malam itu menjadi cerita tersendiri. BCS tampil penuh energi, vokal, dan kreatif. Brigata Curva Sud memang bukan kelompok suporter sembarangan. Mereka dikenal sebagai salah satu kelompok suporter paling kreatif di Indonesia, kerap mengadaptasi lagu-lagu populer menjadi chant stadion yang khas. Selain 'We're Not Gonna Take It', BCS tercatat pernah pula mengaransemen lagu I Believe I Can Fly menjadi nyanyian dukungan di tribun.

Identik dengan pakaian serba hitam, aksi membuka baju, penggunaan giant flag, serta nyanyian tanpa henti sepanjang pertandingan, BCS menciptakan pengalaman stadion yang intens dan penuh gairah. Dan malam itu, energi mereka rupanya terasa sampai ke telinga seorang rocker legendaris di belahan dunia lain.

Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa sepak bola dan musik sama-sama berbicara dalam bahasa universal. Sebuah lagu pemberontakan dari era 1980-an kembali dikumandangkan di tribun Stadion Maguwoharjo, yang penciptanya sendiri tak menyangka lagunya bisa sejauh itu. Kalau BCS terus berkreasi, siapa tahu vokalis mana lagi yang bakal terkejut di masa mendatang.

Editorial Team