ilustrasi medsos (pexels.com/AS Photography)
Dugaan skandal ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah diungkap oleh Ida Bagus Mandhara Brasika bersama Wa Ode Dwi Daningrat. Keduanya merupakan dosen sekaligus peneliti yang menghadiri ajang International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases 2026 di Kopenhagen, Denmark, pada 17–21 Mei 2026.
Saat mengikuti konferensi internasional yang mempertemukan pakar pneumonia dari berbagai negara tersebut, mereka menemukan sejumlah hal yang dianggap tidak wajar terkait beberapa peserta peneliti asal Indonesia. Setelah ditelusuri, muncul dugaan adanya praktik pemalsuan agar bisa lolos dan berpartisipasi dalam forum ilmiah tersebut.
Materi presentasi yang dibawakan oleh pihak yang dicurigai, dinilai janggal dan disinyalir hasil fabrikasi serta terindikasi hasil AI generatif.
Keikutsertaan dalam konferensi ilmiah internasional itu juga disinyalir berkaitan untuk memperoleh dana hadiah atau grant. Dugaan serupa disebut tidak hanya terjadi di Denmark, tetapi juga pada sejumlah konferensi di negara lain.
Dalam identitas yang digunakan, pihak yang dicurigai mencantumkan nama AI-BioMedicine Research Group, IMCDS-BioMed Research Foundation di Jakarta, serta Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Penelusuran yang dilakukan warganet turut mengungkap beberapa di antaranya diketahui merupakan lulusan UNY.