Program Balik Kerja Gratis dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, mengungkapkan program ini lahir dari realitas di lapangan, di mana tak sedikit pemudik yang kehabisan ongkos setelah merayakan Lebaran di kampung halaman. “Setelah Lebaran, banyak masyarakat yang kehabisan biaya. Tadi juga banyak yang menyampaikan terima kasih karena uang saku mereka sudah habis,” ujarnya.
Tahun ini, BPKH menyediakan 15 bus dengan total sekitar 675 kursi untuk mengangkut peserta kembali ke Jakarta dan sekitarnya. Fasilitas yang diberikan pun cukup lengkap, mulai dari kaos, makanan, snack, hingga suvenir. Program yang telah memasuki tahun keempat ini terbukti semakin dibutuhkan masyarakat.
Tingginya minat terlihat dari jumlah pendaftar yang jauh melampaui kapasitas. Dari Yogyakarta saja, lebih dari 2.700 orang mendaftar, hampir empat kali lipat dari kuota yang tersedia. Kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa kebutuhan akan program arus balik gratis masih sangat besar.
Para peserta yang diberangkatkan datang dari beragam latar belakang, mulai dari karyawan pabrik, staf kantor, office boy, hingga pekerja sektor informal. Mereka memiliki satu kesamaan, harus kembali bekerja di wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, hingga titik-titik transportasi utama seperti Kampung Rambutan dan Pulogadung.