Program yang dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X itu menjadi simbol pembangunan yang mengedepankan budaya, teknologi, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Tradisi Bertemu Teknologi, Bekalista Wajah Baru Ekonomi Rakyat Jogja
- Yogyakarta meluncurkan Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista) dan Pasar Rakyat Ultra Mikro 2026 sebagai simbol perpaduan budaya, teknologi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
- Bekalista dikembangkan sepenuhnya oleh putra daerah melalui kolaborasi SMK, industri lokal, dan koperasi dengan spesifikasi ramah lingkungan serta potensi pendapatan pengemudi mencapai Rp3 juta per bulan.
- Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya dukungan teknologi bagi tradisi agar tetap hidup dan meningkatkan kesejahteraan pengemudi dalam sistem mobilitas wisata berkelanjutan.
Yogyakarta, IDN Times - Yogyakarta kembali menunjukkan cara unik dalam merespons perkembangan teknologi. Alih-alih meninggalkan tradisi, Kota Gudeg justru memadukan warisan budaya dengan inovasi melalui peluncuran Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista) dan Pasar Rakyat Ultra Mikro (UMi) 2026 di Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).
1. Becak tetap lestari, kini lebih modern
Becak telah lama menjadi ikon Yogyakarta sekaligus sumber penghidupan ribuan warga. Namun, di tengah berkembangnya transportasi modern dan bertambahnya usia para pengayuh, profesi ini menghadapi tantangan besar.
Melalui Bekalista, pemerintah menghadirkan solusi dengan mempertahankan bentuk becak sebagai identitas budaya, tetapi menambahkan teknologi motor listrik agar lebih ringan dikayuh, efisien, dan ramah lingkungan. Sebanyak 80 pengemudi becak menjadi penerima manfaat tahap awal program ini.
"Yogyakarta selalu mengajarkan bahwa yang lama tidak harus ditinggalkan. Yang lama bisa dirawat, diperkuat, lalu diberi tenaga baru," ujar Purbaya.
Menurutnya, modernisasi seharusnya tidak menghapus identitas budaya. Sebaliknya, teknologi perlu dimanfaatkan untuk menjaga tradisi tetap relevan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
2. Dibangun oleh putra daerah
Menariknya, Bekalista dikembangkan sepenuhnya melalui kolaborasi sumber daya lokal. Mulai dari proses perancangan, perakitan, instalasi kelistrikan, hingga pengembangan teaching factory dilakukan di Yogyakarta.
SMK Negeri 3 Yogyakarta menjadi bengkel induk program tersebut, bekerja sama dengan lima SMK di DIY, PT YPTI Engineering Kalasan, serta berbagai mitra lokal.
Ketua Koperasi Mobilitas Nusantara Istimewa (MNI) sekaligus Direktur Utama PT Langit Biru Istimewa, Ary Tjahyono, mengatakan Bekalista dirancang dengan standar keselamatan dan kenyamanan tinggi.
"Becak listrik ini menggunakan motor BLDC Hub 750 watt dan baterai LiFePO4 48V 30Ah yang mampu menempuh jarak hingga 50 kilometer dalam sekali pengisian daya," ucapnya.
Selain itu, kendaraan memiliki kapasitas angkut hingga 350 kilogram, kecepatan operasional sekitar 15 kilometer per jam, sistem rem ganda, dan kursi yang lebih nyaman bagi wisatawan.
Untuk mendukung operasional, tersedia 12 stasiun pengisian daya, satu bengkel bergerak, delapan baterai cadangan, serta jaringan perawatan terintegrasi. Dengan ekosistem tersebut, pengemudi Bekalista diproyeksikan dapat memperoleh pendapatan bersih minimal Rp3 juta per bulan dengan jam kerja sekitar 6–8 jam per hari.
3. Sultan: Tradisi harus didukung teknologi
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menilai Bekalista merupakan bentuk pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat perubahan. Menurut Sultan, menjaga keberadaan becak bukan berarti mempertahankan beban fisik para pengemudinya, melainkan menghadirkan inovasi yang meningkatkan kesejahteraan mereka.
"Tradisi harus memperoleh dukungan teknologi agar tetap hidup, berdaya guna, dan memberi kehidupan yang lebih layak bagi manusia yang menjaganya," kata Sultan.
Ia berharap becak listrik dapat menjadi bagian dari sistem mobilitas kawasan wisata yang tertib, rendah emisi, sekaligus menghubungkan destinasi wisata, sentra kerajinan, pusat kuliner, hingga kampung budaya.


















