Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perjalanan Tiara dari Jualan Keripik ke Bangku Kedokteran UGM

Perjalanan Tiara dari Jualan Keripik ke Bangku Kedokteran UGM
Tiara Julianti (18) diterima di Prodi Kedokteran FKKMK UGM melalui jalur PBU dan menerima subsidi UKT 100 persen. (Dok. UGM/Devi Anviana Putri)
Intinya Sih
  • Tiara Julianti, lulusan SMA Negeri 1 Tangerang, berhasil diterima di Program Studi Kedokteran UGM melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul dan mendapat subsidi UKT 100 persen.
  • Meski berasal dari keluarga penjual keripik dengan kondisi ekonomi terbatas, Tiara tetap berprestasi akademik dan aktif dalam berbagai kegiatan hingga tingkat nasional.
  • Dukungan penuh orang tua serta semangat pantang menyerah membuat Tiara mampu mewujudkan mimpinya menjadi calon dokter yang ingin berkontribusi bagi kesehatan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Prestasi akademik dan nonakademik mendekatkan Tiara Julianti (18) pada cita-citanya sebagai dokter. Lulusan SMA Negeri 1 Tangerang itu diterima di Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU). Ia juga memperoleh subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) 100 persen dari UGM sehingga dapat menempuh pendidikan tanpa biaya kuliah.

Di balik keberhasilannya, Tiara melewati perjalanan yang tidak mudah. Kedua orang tuanya menggantungkan penghasilan dari usaha berjualan keripik yang pendapatannya tidak selalu stabil. Kondisi tersebut membuat mereka harus cermat mengatur keuangan keluarga sekaligus memikirkan biaya pendidikan anak.

Meski menghadapi keterbatasan ekonomi, orang tua Tiara terus menanamkan pentingnya pendidikan sebagai bekal masa depan. Bagi keluarganya, kondisi tersebut menjadi dorongan untuk terus berusaha meraih cita-cita.

"Jadi dokter itu memang mimpi aku sejak kecil. Waktu pandemi, aku semakin yakin ingin bisa berdampak untuk masyarakat," ujar Tiara pada Selasa (14/7) dilansir laman UGM.

Jaga prestasi sejak di bangku SD

Tiara berupaya mewujudkan cita-citanya menjadi dokter dengan menjaga prestasi sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga SMA. Selain berprestasi secara akademik, ia aktif mengikuti organisasi, kompetisi, dan kegiatan ekstrakurikuler, seperti Olimpiade Biologi, debat, karya tulis ilmiah, hingga meraih Juara II Kejuaraan Nasional Cheerleading. Beragam pengalaman itu, menurutnya, membentuk karakter yang disiplin dan pantang menyerah.

Di balik pencapaiannya, Tiara mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Sang ibu, Siti Rohani (41), setiap hari bangun sebelum subuh untuk menyiapkan bekal sekolah sebelum membantu suaminya, Sabdi (51), berjualan keripik.

Ketika Tiara gagal pada salah satu jalur seleksi perguruan tinggi, kedua orang tuanya tetap memberikan semangat agar ia terus berusaha. "Kami hanya terus mendukung dan menyemangati. Alhamdulillah sekarang mimpinya tercapai," kata Siti Rohani.

Usaha tersebut membuahkan hasil setelah Tiara diterima di Fakultas Kedokteran UGM. Kabar itu menjadi momen yang berkesan bagi keluarganya. "Saya seperti mimpi. Tidak menyangka Tiara bisa diterima di Kedokteran UGM," tutur Sabdi.

UKT gratis di UGM

Dua perempuan berhijab duduk di lantai dapur sederhana sambil menyiapkan makanan dengan peralatan tradisional di depan mereka.
Tiara Julianti (18) diterima di Prodi Kedokteran FKKMK UGM melalui jalur PBU dan menerima subsidi UKT 100 persen. (Dok. UGM/Devi Anviana Putri)

Kebahagiaan keluarga Tiara bertambah setelah ia dinyatakan menerima subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) 100 persen dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Bantuan tersebut mengurangi kekhawatiran terkait biaya pendidikan yang selama ini dirasakan keluarganya. Tiara menyadari kedua orang tuanya telah bekerja keras untuk membiayai pendidikan tiga anak.

"Setelah diterima di Kedokteran saja aku sudah sangat bersyukur. Saat tahu mendapat subsidi UKT 100 persen, rasanya lega sekali. Terima kasih UGM sudah memberikan kesempatan ini," ungkap Tiara.

Tiara bercita-cita menjadi dokter yang tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Ia ingin menjadi dokter spesialis mata karena prihatin melihat banyak generasi muda yang terlalu sering menggunakan gawai dan kurang memperhatikan kesehatan mata. Tiara berharap ilmu yang diperolehnya di UGM dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Bagi Tiara, keberhasilannya diterima di UGM menjadi awal untuk mengabdikan diri. Ia juga berpesan kepada anak-anak muda agar tidak ragu mengejar cita-cita. "Jangan pernah takut bermimpi. Bermimpi itu gratis, yang penting terus berusaha," pesannya.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jogja

See More