Penyelenggaraan tahun seklaigus membawa konsep baru. Jika INACRAFT di Jakarta lebih menonjol sebagai pameran dagang (trade fair), kini formatnya diubah menjadi festival yang menawarkan pengalaman lebih interaktif bagi pengunjung dalam bentuk festival yang jauh lebih meriah.
INACRAFT 2026 Pertama Kali Digelar di Jogja, Ini Keistimewaannya

- INACRAFT Festival 2026 untuk pertama kalinya digelar di luar Jakarta, memilih Yogyakarta sebagai tuan rumah dengan tema Hamemayu Hayuning Bawana yang menonjolkan kolaborasi budaya dan keberlanjutan.
- ASEPHI menargetkan 25 ribu pengunjung, penjualan ritel Rp8 miliar, serta business matching senilai USD125 juta dengan partisipasi 80 daerah Indonesia dan peserta dari 10 negara.
- Festival menghadirkan tiga program utama: Festival Program dengan pameran dan fashion show, Business Program untuk jejaring bisnis, serta Education Program berisi workshop dan talkshow kreatif.
Yogyakarta, IDN Times – Selama 26 tahun rutin digelar di Jakarta, ajang pameran kerajinan terbesar di Indonesia, INACRAFT, untuk pertama kalinya hadir di luar ibu kota. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipilih sebagai tuan rumah INACRAFT Festival 2026 yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) pada Rabu (15/7/2026) hingga Minggu (19/7/2026).
Mengusung tema Hamemayu Hayuning Bawana, INACRAFT mengedepankan semangat keberlanjutan dan kolaborasi dengan memadukan budaya, kreativitas, teknologi, serta peluang bisnis bagi pelaku industri kerajinan.
1. Jogja jadi pilihan penyelenggaraan

Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), Muchsin Ridjan, mengatakan Yogyakarta dipilih karena memiliki reputasi kuat sebagai kota budaya, pariwisata, sekaligus pusat pendidikan yang menjadi tujuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
"Langkah ini diambil demi memberikan pengalaman baru yang berkesan bagi para pengunjung domestik maupun pembeli luar negeri melalui rangkaian program kunjungan budaya dan lokakarya interaktif," ujar Muchsin dalam konferensi pers di Pendapa Royal Ambarrukmo, Selasa (14/7/2026).
2. Targetkan 25 ribu pengunjung dan transaksi bisnis hingga USD125 juta

ASEPHI menargetkan sebanyak 25 ribu pengunjung akan memadati JEC selama lima hari penyelenggaraan. Selain itu, penyelenggara membidik penjualan ritel sebesar Rp8 miliar serta nilai business matching mencapai USD125 juta melalui pertemuan antara pengrajin dengan pembeli dari dalam maupun luar negeri.
Wakil Ketua Umum II ASEPHI, Baby Jumawati, mengatakan festival tahun ini diikuti perwakilan sekitar 80 daerah di Indonesia. Produk yang dipamerkan mencakup home décor, fashion, aksesoris, tekstil, furniture, hingga berbagai produk kreatif lainnya.
Tak hanya itu, penyelenggaraan semakin berkelas internasional dengan kehadiran peserta 10 negara. "Di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Uzbekistan, Australia, India, Jepang, Inggris, dan Oman" kata Baby.
3. Hadirkan pameran, fashion show hingga business matching

INACRAFT Festival 2026 menghadirkan tiga program utama, yakni Festival Program, Business Program, dan Education Program. Festival Program menghadirkan pameran kerajinan nusantara dan internasional, fashion show yang memadukan busana tradisional dan desain modern, Festival Kuliner Nusantara melalui Pasar Kangen, pertunjukan seni tradisional, craft tour, Royal Talks, hingga podcast studio yang mengangkat kisah di balik produk kerajinan.
Sementara, Business Program fokus pada penguatan jejaring bisnis melalui business networking, craft connect, business matching, dan buyers program yang mempertemukan exhibitor dengan pembeli domestik maupun internasional.
Adapun Education Program berisi talkshow industri kreatif, workshop bersama para maestro kerajinan, demonstrasi pembuatan produk, hingga Craft Corner yang memungkinkan pengunjung dari berbagai usia belajar langsung proses pembuatan kerajinan.



















