Terdampak Pembangunan Tol, 8 Sekolah di Sleman harus Pindah

1. Akan lakukan pembagunan sebelum pembongkaran

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Totok Wijayanto menyatakan akan dilakukan pembangunan sekolah baru terlebih dahulu sebelum pembongkaran. Hal tersebut juga berlaku untuk fasilitas umum maupun sosial lainnya.
"Jadi prinsip kami kalau ada sekolahan atau fasilitas umu dan sosial, kami bangunkan terlebih dahulu supaya anak-anak bisa sekolah. Baru nanti setelah itu kita bongkar," ungkapnya pada Rabu (19/8/2020).
2. Jika pembagunan belum memungkinan, akan sewa gedung

Jika nantinya pembangunan gedung baru untuk sekolah belum memungkinkan atau terdesak dengan kebutuhan, maka pihaknya akan mengambil beberapa opsi. Salah satunya menyewa gedung.
"Kami akan berusaha yang penting anak-anak bisa sekolah. Entah itu kami sewa gedung, entah apa yang penting anak-anak tetap sekolah dan tidak boleh berhenti," terangnya.
3. Disdik Sleman tunggu kebijakan Satker

Menanggapi hal tersebut Plt Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Arif Haryono menyatakan dirinya belum mengetahui secara pasti sekolah mana saja yang terdampak pembagunan Jalan Tol Jogja-Solo.
Sedangkan untuk Jalan Tol Jogja-Bawen, dirinya mengaku mengetahui terdapat dua sekolah yang terdampak. Yakni SD di Banyurejo, Tempel dan SD Nglarang, Mlati.
"Sekolah yang terkena dampak jalan tol akan dibangunkan sekolah lain. Pengadaan tanahnya disediakan kembali, kemudian pembangunan gedungnya. Untuk pembangunannya, belum diketahui secara pasti siapa yang akan melakukan pembangunan. Apakah Satker maupun Pemkab," paparnya.















