Kuswanto mengatakan, kemenangan mutlak saat Pemilu 2019 kemarin tak sedikit pun membuat partainya lengah. Sejauh ini, semua partai dianggapnya memiliki potensi yang sama.
Ia menegaskan, hal itu untuk mengantisipasi kejadian saat Pilkada 2015 lalu tidak terulang. Penilaian macam ini juga dipakai untuk memacu mesin partainya di 2020 nanti.
Dari banyak calon kompetitor, partai yang menurutnya patut diwaspadai adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Alasannya karena mereka mempunyai tim media kampanye yang kuat.
"Dia kalau berkampanye kan medianya banyak. Seperti pengajian-pengajian, lalu ibu-ibu," bebernya.
Dengan potensi PKS itu, pihaknya menegaskan belum terpikir untuk mengajak berkoalisi. "Kita susun strategi sendiri aja dulu," pungkasnya.