Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Siswa SMA Bantul Dianiaya hingga Meninggal, Polisi Ungkap Peran 7 Tersangka
Penyidik tangkap 7 tersangka pengeroyokan Ilham hingga meninggal dunia. (IDN Times/Daruwaskita)

  • Polisi Bantul menangkap tujuh tersangka pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya Ilham, pelajar SMPN 1 Bambalipuro, setelah kejadian di Lapangan Gadung Mlaten pada malam 14 April 2026.
  • Tersangka utama JMA alias J menjadi otak pembunuhan dan melakukan penusukan berulang kali, sementara enam pelaku lain turut menganiaya korban dengan berbagai benda tumpul dan tajam.
  • Motif pengeroyokan dipicu dendam antar geng remaja, di mana korban dari Geng Kuras pernah terlibat bentrokan dengan Geng Tores yang beranggotakan para tersangka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Satreskrim Polres Bantul bersama Jatanras Polda DIY menangkap tujuh tersangka yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap Ilham, pelajar SMPN 1 Bambalipuro hingga meninggal dunia.

Pelajar usia 14 tahun ini dianiaya di Lapangan Gadung Mlaten (Melati), Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Ilham akhirnya meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Saras Adyatma dan PKU Muhammadiyah.

‎Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto mengatakan, awalnya polisi menangkap dua orang yakni BLP alias BR (18 tahun) pada Rabu (15/4/2026) di Kretek, Bantul. "Selanjutnya menangkap YP alias B (21 tahun) warga Kapanewon Piyungan di persembunyiannya di Babarsari, Kabupaten Sleman pada Kamis (16/4/2026)," katanya, Selasa (28/4/2026).

1. ‎ 5 tersangka ditangkap di Tangerang dan Boyolali

‎Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto. (IDN Times/Daruwaskita)

Berdasarkan keterangan dua tersangka, penyidik melakukan pengejaran di wilayah Cilacap, Jawa Tengah. Namun lima tersangka melarikan diri ke Tangerang dan Boyolali.

‎"Dua tersangka melarikan diri ke Tangerang, yakni JMA alias J (23 tahun) warga Pakualaman, Kota Yogyakarta ,dan RAR alias B (19 tahun) warga Kapanewon Bantul. Keduanya berhasil ditangkap, Sabtu (25/4/2026) di Tangerang, Banten," katanya.

‎Selanjutnya penyidik mengejar tiga tersangka lainnya, yakni AS alias B (21 tahun) warga Kapanewon Piyungan, ASJ alias B (19 tahun) warga Kapanewon Kasihan, dan SGJ alias B (19 tahun) warga Kapanewon Mantrijeron. Ketiganya ditangkap di Boyolali, Jawa Tengah pada Minggu (26/4/2026).‎

‎"Penyidik juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor dengan STNK, potongan gagang gunting, kepala gesper, paralon dan sejumlah barang bukti lainnya," ungkapnya.

2. ‎Peran sadis tujuh tersangka

Barang bukti pengeroyokan yang menyebabkan Ilham meninggal dunia. (IDN Times/Daruwaskita)

Bayu menjelaskan peran masing-masing tersangka yakni, JMA alias J merupakan residivis kasus penganiayaan yang baru saja selesai menjalani hukuman penjara selama 1,3 tahun, sebagai otak pembunuhan berencana terhadap korban.

‎"JMA ini memerintahkan BLP dan YP untuk menjemput korban di rumahnya. Sebelumnya korban dikirimi DM oleh JMA menanyakan apakah menjadi anggota Geng Kuras, dan dibenarkan oleh korban," ucapnya.

‎"JMA juga diketahui melakukan penusukan dengan gunting sebanyak 14 kali tubuh korban, yang disiapkan dari rumah," imbuhnya.

‎Sedangkan tersangka AS alias B, menabrakkan sepeda motor ke bagian kepala sebanyak tiga kali. "Empat tersangka lainnya melakukan penganiayaan dengan memukul menggunakan paralon, hingga kepala gesper," tandasnya.

3. ‎Motif pengeroyokan lantaran dendam

T-shirt seragam geng Tores yang diamankan oleh penyidik Polres Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Bayu menerangkan, motif pengeroyokan terhadap Ilham adalah dendam, lantaran korban merupakan anggota Geng Kuras yang pernah terlibat perang dengan Geng Tores, yang merupakan geng para tersangka.‎

‎"Jadi sebelum pengeroyokan, korban yang merupakan anggota geng Kuras ini pernah bacok-bacokan di empat lokasi di Bantul dengan Geng Tores," tutupnya.

Editorial Team